Bangun Budaya Sehat dan Karakter Siswa, SMK Mudisa Surabaya Gelar “Jumat Sehat” di IT Mall

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK Mudisa) kembali menghadirkan inovasi pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Melalui program Jumat Sehat, ratusan siswa tampak antusias mengikuti Senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digelar di halaman depan IT Mall (eks Hi-Tech Mall), Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya, Jumat (16/10/2026).

​Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang menjaga kebugaran jasmani, tetapi juga bagian dari komitmen sekolah untuk menanamkan kedisiplinan, kebersamaan, dan pola hidup sehat secara konsisten kepada seluruh siswa.

​Pembelajaran Luar Kelas yang Bervariasi dan Bermakna

​Jumat Sehat merupakan salah satu dari lima program rutin hari Jumat yang digagas SMK Mudisa untuk menghadirkan pengalaman belajar di luar kelas. Selain Jumat Sehat, sekolah juga memiliki empat program unggulan lainnya:

  • ​Jumat Sedekah & Jumat Berbagi: Menumbuhkan kepedulian dan empati sosial terhadap sesama.
  • ​Jumat Makan Bergizi: Memberikan edukasi terkait pentingnya asupan nutrisi seimbang.
  • ​Jumat Berkarya: Menjadi wadah pengasahan kreativitas, minat, bakat, serta pembuatan karya nyata.

​Melalui rangkaian program ini, pendidikan di SMK Mudisa dirancang agar dekat dengan kehidupan sehari-hari dan tidak monoton.

​Panggung Ekspresi Talenta dan Solidaritas Komunitas

​Keseruan kegiatan tidak berhenti pada senam bersama. Acara ini dilanjutkan dengan penampilan talenta dan ekstrakurikuler siswa, mulai dari pertunjukkan musik band hingga tarian tradisional dan modern.

​Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya selebrasi anniversary dari SMEAMSA Mania, komunitas suporter SMK Mudisa. Kolaborasi ini menjadi wadah latihan keberanian, komunikasi, dan rasa percaya diri bagi para siswa saat tampil di hadapan publik.

​Terapkan Deep Learning dan Latihan Event Organizer

​Kepala SMK Mudisa, Irvandy Andriansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini diintegrasikan dengan konsep deep learning (pembelajaran mendalam). Siswa tidak hanya memposisikan diri sebagai peserta, tetapi juga dilatih secara langsung menjadi penyelenggara acara (event organizer).

​”Anak-anak tidak hanya belajar di kelas. Mereka perlu diajak mengikuti pembelajaran di luar kelas, terutama agar mampu berkomunikasi dengan masyarakat dan membangun kemampuan berkolaborasi,” jelas Irvandy.

​Siswa terlibat langsung dalam perencanaan, penyusunan konsep, pengelolaan perlengkapan, publikasi, hingga koordinasi panggung. Pengalaman nyata ini menjadi bekal berharga yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja vokasi, seperti kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan kerja tim.

​Wujudkan Generasi Sehat, Kreatif, dan Berkarakter

​Melalui sinergi antara olahraga, seni, kegiatan sosial, dan manajemen acara, SMK Mudisa membuktikan bahwa sekolah dapat menjadi ruang tumbuh yang menyenangkan sekaligus bermakna.

​Gerakan hidup sehat dan kebiasaan positif ini diharapkan tidak berhenti seusai acara, tetapi dapat menjadi gaya hidup berkelanjutan bagi seluruh warga sekolah.

​SMK Mudisa: Belajar tidak hanya di kelas, berkarya tidak hanya dengan teori, dan tumbuh menjadi generasi hebat melalui pengalaman nyata. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article