Tangis Haru Warnai Pelepasan 5 Mahasiswa PPG UMSURA di SMP Muhammadiyah 13 Surabaya

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Suasana haru menyelimuti halaman dan ruang kelas SMP Muhammadiyah 13 Surabaya (SPEMGALAS), saat digelar acara penjemputan sekaligus pelepasan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA).

​Setelah hampir satu tahun penuh mengabdi dan mendampingi proses belajar-mengajar, lima mahasiswa PPG—Bu Dhini, Bu Kira, Bu Ana, Bu Kiska, dan Bu Alma—resmi menyelesaikan masa praktik lapangan mereka di SPEMGALAS.

​Acara pelepasan yang semula dipenuhi senyum kebersamaan perlahan berubah menjadi tangis haru. Pelukan hangat, ucapan terima kasih, dan Isak tangis dari para siswa tak tertahankan saat harus berpisah dengan para calon pendidik tersebut.

​Lebih dari Sekadar Guru Praktik

​Selama satu tahun bertugas, kelima mahasiswa PPG UMSURA ini tidak hanya menjalankan kewajiban akademis untuk mengajar dan mengelola kelas. Kehadiran mereka telah membaur menjadi bagian dari keluarga besar SPEMGALAS.

​Bagi para siswa, sosok mereka berkembang bukan sekadar instruktur di depan kelas, melainkan juga tempat berkeluh kesah, penyemangat belajar, dan sahabat dalam keseharian.

​Salah seorang siswa SPEMGALAS, Abimanyu, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas perpisahan tersebut.

​”Rasanya sedih sekali harus berpisah. Selama ini kami sudah terbiasa belajar bersama, bercanda, dan bertemu setiap hari. Rasanya baru kemarin mengenal Ibu Guru, sekarang sudah harus berpisah,” ujar Abimanyu dengan mata berkaca-kaca.

​”Terima kasih sudah sabar mengajar dan menemani kami. Semoga Ibu selalu sehat, bahagia, dan sukses. Kami pasti akan merindukan Ibu,” tambahnya.

​Perjalanan Bertumbuh Menjadi Pendidik Berhati

​Bagi kelima mahasiswa PPG Calon Guru UMSURA, masa pengabdian di SPEMGALAS menjadi kawah candradimuka yang menempa kesiapan mereka sebagai pendidik profesional.

​Selain mengasah keterampilan merancang kurikulum dan metode pembelajaran modern, mereka belajar memahami keanekaragaman karakter siswa serta dinamika riil dunia pendidikan.

​Pihak sekolah menilai bahwa pengalaman satu tahun ini memberikan bekal krusial: menyadarkan bahwa profesi guru tidak hanya menuntut ketajaman intelektual, tetapi juga kehadiran ketulusan hati.

​Jejak Kebaikan dan Penanaman Karakter

​Momen penjemputan ini menjadi penanda bahwa keberhasilan proses pendidikan tidak semata-mata diukur dari pencapaian angka akademis, melainkan dari ikatan kemanusiaan dan iklim karakter yang terbangun.

​Meski masa penugasan di SPEMGALAS telah berakhir dan kelima mahasiswa PPG akan melanjutkan langkah untuk menunaikan amanah pendidikan di tempat yang baru, kenangan dan nilai-nilai kebaikan yang ditinggalkan dipastikan tetap membekas.

​Keluarga besar SPEMGALAS menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, kesabaran, dan kasih sayang yang telah dicurahkan selama satu tahun terakhir, seraya berharap para calon guru tersebut sukses menginspirasi dan menggerakkan perubahan positif di dunia pendidikan Indonesia. (Hayatun Nufus)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article