​FKPT Jatim Gelar ‘Digital Peace Creator’, Prof. Husniyatus Tekankan Pentingnya Konten Positif Cegah Radikalisme di Lingkungan Pelajar

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk “Digital Peace Creator: Create Peace, Share Positivity” di Convention Hall Arief Rahman Hakim, Surabaya, pada Kamis (22/10/2026). Pelatihan pembuatan konten edukatif pelajar ini dilaksanakan sebagai bentuk respons proaktif dan langkah strategis dalam mencegah penyebaran paham radikalisme serta terorisme di kalangan generasi muda.

​Dalam sambutannya, Ketua FKPT Jawa Timur, Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., menegaskan bahwa media sosial saat ini menjadi salah satu saluran yang paling masif dalam sirkulasi narasi intoleransi dan berita bohong (hoax). Hal ini dinilai rentan memengaruhi para generasi muda (Gen Z) yang tidak terlepas dari penggunaan gawai (gadget) sehari-hari.

“Di ruang media sosial saat ini, sirkulasi narasi intoleransi dan berita hoax perlu kita waspadai bersama. Anak-anak kita kadang tanpa terasa mudah terpapar oleh konten-konten tersebut. Karena itu, pembekalan literasi dan kesadaran kritis sangat mutlak diperlukan,” tuturnya.

​Ubah Generasi Muda dari Konsumen Pasif Menjadi Produsen Konten Positif

​Lebih lanjut, Prof. Husniyatus menjelaskan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Bidang Kesiapsiagaan Nasional dan Kontra Radikalisasi memandang bahwa tindakan pasif seperti sekadar larangan atau sensor tidak lagi memadai di era digital. Mengingat tingginya durasi penggunaan gawai masyarakat setiap hari, dibutuhkan pendekatan yang lebih proaktif, edukatif, dan kreatif.

​Melalui pelatihan ini, FKPT Jatim mendorong transformasi peran pelajar—dari yang semula hanya menjadi konsumen pasif informasi, ditransformasikan menjadi produsen konten kreatif dan edukatif yang mampu menyebarkan pesan-pesan perdamaian.

​Diikuti 250 Pelajar dan Santri se-Jawa Timur

​Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini menghadirkan narasumber utama, Anissa Putri, serta melibatkan rekan-rekan dari Duta Damai BNPT. Pelatihan ini dilaporkan diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari:

  • ​50 siswa tingkat SMP/MTs
  • ​50 siswa tingkat SMA
  • ​50 siswa tingkat MA
  • ​50 santri dari pondok pesantren di Jawa Timur
  • ​50 siswa tingkat SMK

​Melalui pembekalan ini, para peserta diharapkan mampu mencapai beberapa poin penting (output), di antaranya:

1. Kecakapan Kritis: Memiliki kemampuan memverifikasi dan menyaring narasi intoleran, hoax, serta paham ekstrem.

2. Internalisasi Nilai: Menguatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

3. Produksi Konten: Menghasilkan karya kreatif digital berupa video pendek, infografis, maupun poster edukatif.

4. Jaringan Digital: Membentuk jejaring Digital Peace Creator yang berkelanjutan di Jawa Timur.

    ​Ditutup dengan Pantun Khas

    ​Mengakhiri sambutannya, Prof. Husniyatus menyampaikan sebuah pantun berisi pesan ajakan untuk bijak bermedia sosial dan membendung narasi radikal:

    Kain batik buatan Jawa,

    Warnanya elok disuka banyak orang.

    Mari belajar bijak berselancar di dunia maya,

    Tebarkan pesan damai, bendung narasi radikal.

    ​Dengan terlaksananya agenda ini, FKPT Jawa Timur berharap para peserta yang hadir dapat menjadi agen perubahan (agent of change) dan pilar kedamaian di lingkungan sekolah, pesantren, serta ruang digital. (yupan)

    - Advertisement -spot_img

    More articles

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Latest article