
Surabaya, wartapoint — Memperingati Hari Inovasi Indonesia yang jatuh setiap tanggal 1 November, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 17 Surabaya (Spemjitu) menggelar diskusi reflektif. Dalam wawancara khusus yang dipandu oleh Eliya Widjaja selaku Ketua Bidang Apresiasi Seni Budaya dan Olahraga (ASBO) PR IPM Spemjitu, Ketua PR IPM Spemjitu, Ramadhani Dwi Agung Prasetyo, memaparkan pandangannya mengenai arti penting inovasi bagi kalangan pelajar, Senin (2/11/2026).
Arti Penting Inovasi di Lingkungan Sekolah
Menurut Ramadhani, inovasi bagi pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak selalu harus berupa penemuan besar yang rumit. Inovasi dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti memunculkan program-program kerja organisasi yang lebih menarik dan bermanfaat bagi sekitar, serta berinovasi dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah—misalnya dengan memanfaatkan bahan-bahan tidak terpakai menjadi tempat sampah yang kreatif.
“Di sekolah tempat kita belajar dan mencari tahu hal baru, kemampuan diri bisa diasah untuk menciptakan inovasi sederhana. Contohnya di IPM, kita bisa melahirkan proker-proker menarik, atau berinovasi di bidang lingkungan dengan mendaur ulang barang tak terpakai menjadi fasilitas sekolah yang berguna,” ujar Ramadhani.
Tantangan Terbesar Pelajar: Ketakutan Akan Penilaian Negatif
Ketika disinggung mengenai hambatan terbesar generasi muda saat ini untuk menjadi seorang inovator, Ramadhani menyoroti persoalan psikologis. Ia menilai banyak anak muda merasa takut untuk menyuarakan ide-ide baru karena khawatir dihakimi (judge), dicemooh, atau diremehkan oleh teman sebaya.
Padahal, gagasan atau inovasi yang mereka cetuskan sering kali merupakan ide yang positif dan berkualitas. Oleh karena itu, ia berpesan agar pelajar tidak perlu merasa takut atau rendah diri dalam menyampaikan gagasan perubahan.
Pesan dan Harapan untuk Pelajar Spemjitu
Menutup sesi wawancara dalam rangka memperingati Hari Inovasi Indonesia tahun ini, Ramadhani menitipkan pesan inspiratif kepada seluruh rekan-rekan pelajar di SMP Muhammadiyah 17 Surabaya. Ia mendorong agar para siswa terus mengasah kreativitas, berpikir kritis, serta berani keluar dari zona nyaman untuk memunculkan ide-ide segar.
“Teruslah berinovasi, asah pemikiran kreatif, dan jangan pernah takut untuk menyuarakan pendapat atau ide perubahan,” pesan Ramadhani kepada seluruh anggota IPM dan siswa Spemjitu agar ke depannya mampu menghasilkan karya-karya yang semakin baik. (Tim jurnalis Spemjitu)





