
Surabaya, wartapoint — Peringatan Milad ke-114 Muhammadiyah di Kota Surabaya akan diwarnai oleh kegiatan edukatif dan religius yang melibatkan ribuan anak usia dini. Sebanyak 1.200 murid TK ‘Aisyiyah se-Kota Surabaya dijadwalkan mengikuti Lomba Manasik Haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada Selasa (3/11/2026) mulai pukul 06.00 WIB.
Kegiatan akbar ini dirancang tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran langsung untuk memperkenalkan rukun Islam kelima kepada anak-anak sejak usia dini.
Kesiapan Teknis dan Koordinasi Matang
Guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan lancar, panitia penyelenggara telah menggelar rapat koordinasi dan pemantapan teknis. Pembahasan dalam koordinasi tersebut mencakup penyediaan fasilitas, pengaturan keamanan, penempatan petugas, hingga penataan alur kedatangan serta pergerakan peserta di lokasi acara.
Penanggung jawab Lomba Manasik Haji, H. Sutikno, M.Hes., menegaskan pentingnya kesiapan optimal dari seluruh unsur panitia. Hal ini krusial mengingat tingginya jumlah peserta, guru pendamping, dan orang tua yang akan memadati area kegiatan agar semuanya dapat berjalan dengan aman dan nyaman.
”Kami berupaya maksimal agar seluruh rangkaian acara berlangsung tertib sehingga anak-anak dapat mengikuti manasik dengan gembira,” ujar Sutikno.
Menanamkan Nilai Ketauhidan Sejak Dini
Ketua Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Surabaya, Dra. Nurul Kartika Ayu, menyampaikan apresiasi serta motivasi bagi para peserta cilik yang akan mengenakan pakaian ihram putih. Ia berharap kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam dan menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak.
“Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik,” ajak Nurul sembari memotivasi peserta untuk menghayati lantunan talbiyah tersebut.
Menurutnya, momentum Milad Muhammadiyah ke-114 menjadi sarana strategis untuk meneguhkan komitmen pendidikan yang mencerahkan. Melalui praktik tawaf, sa’i, hingga wukuf tiruan, anak-anak diperkenalkan tidak hanya pada tata cara ibadah haji, tetapi juga nilai-nilai keteladanan Nabi Ibrahim AS, keikhlasan Nabi Ismail AS, dan kesabaran Siti Hajar.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGBA) Kota Surabaya, Bunda Rini, S.Pd., memaparkan tiga tujuan utama pendidikan dari kegiatan ini:
- Pengalaman Belajar Langsung: Memberikan praktik nyata tata cara ibadah haji kepada anak-anak.
- Pendidikan Karakter: Menanamkan nilai-nilai keislaman, keimanan, dan ketakwaan sejak dini.
- Penguatan Silaturahmi: Mempererat kebersamaan antarsiswa, guru pendamping, orang tua, serta masyarakat dalam mendukung ekosistem pendidikan anak.
Melahirkan Generasi Berakhlak Mulia
Melalui pelibatan 1.200 murid TK ‘Aisyiyah ini, keluarga besar ‘Aisyiyah Kota Surabaya berharap kegiatan dapat menjadi sarana edukasi yang menyenangkan (fun learning). Selain membangun karakter islami, acara ini juga menjadi wadah memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Semarak Milad ke-114 Muhammadiyah di Surabaya pun menjadi wujud nyata ikhtiar berkelanjutan dalam memajukan pendidikan Islam usia dini, demi melahirkan generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta siap menjadi penerus peradaban bangsa. (Mursiah)





