
Surabaya, wartapoint — Sebanyak 32 siswa SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya mengikuti Pekan Parade Tasmi’ Alquran 2026 yang diselenggarakan di masjid sekolah setempat. Kegiatan yang menjadi wujud komitmen pembentukan karakter Qurani ini berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat, 3–6 November 2026.
Kepala SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya, Misbach Noehruddin, S.Si., M.M., mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kedekatan spiritual dengan Alquran.
”Sebelumnya anak-anak sudah didrill (latihan intensif) selama seminggu yang lalu untuk persiapan ini bersama ustaz-ustazahnya,” ujar Misbach saat ditemui media wartapoint.id, Selasa (3/11/2026).
Persiapan Menuju Ujian Munaqosyah
Dalam pelaksanaannya, setiap hari terdapat sekitar delapan hingga sembilan siswa yang memperdengarkan hafalan Alquran mereka di hadapan penguji dan sesama siswa. Rata-rata pencapaian hafalan yang diperdengarkan mencapai delapan hingga sembilan juz per hari.
Misbach menjelaskan, rangkaian Pekan Parade Tasmi’ ini juga berfungsi sebagai ajang persiapan atau pra-munaqosyah. Para siswa dipersiapkan secara matang sebelum nantinya menghadapi ujian munaqosyah resmi yang dijadwalkan pada 24 November 2026 mendatang.
Menurutnya, partisipasi siswa dalam program tasmi’ di Spemma menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Kegiatan ini diadakan secara rutin setiap semester, sehingga dalam satu tahun para siswa memiliki kesempatan mengikuti munaqosyah sebanyak dua kali.
Target Hafalan dan Apresiasi Kelulusan
Sebagai institusi pendidikan berbasis Islam, Spemma menetapkan target hafalan yang jelas bagi para siswanya sebelum kelulusan. Bagi siswa yang mengambil program khusus tahfiz, target minimal hafalan adalah tiga juz. Sementara itu, untuk siswa reguler, target minimal yang harus diselesaikan adalah satu juz.
Komitmen pembinaan Alquran di sekolah ini terbukti membuahkan hasil yang signifikan. Pada tahun ajaran sebelumnya, jumlah peserta yang sukses mengikuti ujian munaqosyah dan khatmul Quran mencapai sekitar 240-an siswa.
Membentuk Pribadi yang Berakhlak Mulia
Melalui penyelenggaraan Pekan Parade Tasmi’ Alquran ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang mencintai kitab suci serta terhindar dari perbuatan tercela. Misbach meyakini, interaksi yang kuat dengan Alquran akan memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari anak, baik di lingkungan keluarga maupun di tengah masyarakat luas.
”Anak-anak insya Allah akan terhindar dari maksiat atau perbuatan tidak baik. Saat mereka kelak di masyarakat, mereka akan selalu berhati-hati, waspada, dan menjaga akhlaknya,” ungkap Misbach.
Lebih lanjut, ia berharap para lulusan Spemma nantinya mampu mengimplementasikan nilai-nilai sosial Alquran dalam kehidupan bermasyarakat—seperti gemar berinfak dan bersedekah—serta senantiasa berbakti kepada orang tua dengan dilandasi fondasi tauhid yang kokoh. (yupan)





