
Malang, wartapoint — Suasana pembukaan ajang National Youth Invention and Innovation Award (NYIIA) dan World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2026 di Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang, mendadak meriah pada Senin (2/11/2026). Penampilan energik dari komunitas Hip Hop Anak Indo asal Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya sukses mencuri perhatian para juri, panitia, dan peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Menariknya, keempat siswi yang tampil membawakan musik hip hop tersebut bukan sekadar pengisi acara, melainkan bagian dari para delegasi peserta kompetisi inovasi. Mereka adalah Leanna Sharisa Chafid, Noura Malia, Queenalesha Orlin Ramadhani, dan Nasyitha Aqila Humaira.
Selain siap memamerkan karya inovasi mereka yang berjudul ASEK: Shortness of Breath Detector (Alat Deteksi Sesak Napas), keempatnya membuktikan kepiawaian di bidang seni dengan membawakan lagu bernuansa hip hop menggunakan lirik berbahasa asing.
Guru pendamping sekaligus pembina komunitas Hip Hop Anak Indo, Eko Wahyudi, S.Pd., menceritakan bahwa antusiasme penonton sudah terasa bahkan sebelum para siswi naik ke atas panggung.
”Semua juri lomba terpukau. Tepuk tangan sudah bergemuruh ketika nama SD Kreatif disebut, padahal mereka belum mulai menyanyi,” ungkap Eko.
Kemeriahan semakin menjadi tatkala para siswi melantunkan lirik pengenal kelompok mereka. “Ketika masuk lirik yang menyebutkan ‘Hip Hop Musikku, Kreatif Sekolahku’, suasana yang tadinya sangat formal langsung pecah menjadi semarak dan seru. Mereka tampil di akhir acara dalam satu rangkaian opening ceremony,” jelasnya.
Eko menjelaskan, penampilan ini bermula dari gagasan pihak sekolah untuk memberikan warna yang berbeda pada acara pembukaan. Setelah mengajukan konsep pertunjukan kepada panitia, usulan tersebut disambut baik dan disetujui.
”Konsep tampilan ini kami ajukan dan Alhamdulillah di-acc panitia tahun ini. Responsnya luar biasa. Juri dan panitia yang rata-rata mahasiswa tingkat akhir Unibraw sangat terpukau karena tidak menyangka peserta lomba inovasi ternyata juga memiliki talenta seni yang kuat,” tutur Eko.
Ia menambahkan, kemampuan keempat siswi tersebut bukanlah hasil instan. Mereka telah diperkenalkan dan dilatih kesenian hip hop sejak duduk di kelas II dan III sekolah dasar, sehingga tidak mengalami kesulitan berarti saat harus tampil di ajang berstandar internasional.
Sementara itu, Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, S.H., M.Pd., mengapresiasi pencapaian anak didiknya. Menurutnya, momen ini menjadi bukti nyata bahwa pengembangan potensi akademik dan non-akademik siswa dapat berjalan secara beriringan.
”Penampilan tersebut memperlihatkan bahwa keikutsertaan siswa dalam kompetisi internasional tidak hanya menjadi ruang untuk menguji kemampuan akademik dan inovasi. Panggung yang sama juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan potensi seni, keberanian, dan kepercayaan diri,” ungkap Ely.
Kehadiran Leanna dan rekan-rekannya di Unibraw memberikan warna tersendiri; tidak hanya membawa misi inovasi ilmiah, tetapi juga sukses memperkenalkan kreativitas seni anak bangsa di kancah internasional.
(Ahmad Mahmudi)





