Surabaya, wartapoint – Suasana hangat dan penuh semangat gotong royong menyelimuti lingkungan SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) pada Jumat (13/3/2026). Belasan wali murid yang tergabung dalam Paguyuban Kelas 1-6 nampak bahu-membahu menyiapkan ratusan paket takjil untuk dibagikan kepada masyarakat.
Kegiatan bertajuk Takjil On The Road (TOR) ini menjadi agenda tahunan yang sakral sekaligus menandai berakhirnya rangkaian panjang program Baitul Arqam 1447 Hijriah di sekolah tersebut.
Antusiasme dan Donasi yang Meningkat
Koordinator Bidang Keislaman Komite SD Muhlas, Wiwik Yuliana, menjelaskan bahwa kesuksesan TOR tahun ini merupakan buah dari kedermawanan seluruh wali murid. Berdasarkan data yang dihimpun, total donasi yang terkumpul mencapai Rp 5.500.000.
“Dana tersebut sepenuhnya kami wujudkan menjadi sekitar 750 paket takjil berisi nasi, kue, dan air mineral. Kami sangat terharu melihat antusiasme wali murid yang sangat tinggi sejak awal penggalangan dana hingga H-1 pelaksanaan,” ujar wanita yang akrab disapa Bunda Alula tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa jumlah paket tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia berharap partisipasi ini menjadi amal jariyah yang berbalas kebaikan berlipat ganda serta keberkahan bagi keluarga besar SD Muhlas.
Puncak Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua
Kepala SD Muhlas, Mursiah S.Ag., M.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus Komite dan Paguyuban. Baginya, keterlibatan aktif orang tua adalah kunci utama keberhasilan rangkaian Ramadhan 2026 di SD Muhlas, mulai dari pengajian keliling (Pangeran), buka bersama, bakti sosial, hingga puncaknya pada kegiatan TOR ini.
”Syukur Alhamdulillah, rasa bangga dan haru bercampur aduk. Suksesnya seluruh acara ini adalah bukti nyata adanya komunikasi, kolaborasi, dan sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua siswa,” tegas Mursiah.
Membangun Karakter Melalui Budaya Berbagi
Sebagai Ketua Majelis Kader Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Surabaya, Mursiah berharap sinergi ini tidak berhenti pada kegiatan seremoni semata, melainkan terus berlanjut dalam setiap program sekolah demi kemajuan pendidikan siswa.
”Kami ingin kegiatan ini menjadi budaya dan energi positif. Harapan besarnya, nilai-nilai empati dan semangat berbagi ini menular kepada karakter siswa, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi unggul yang peduli terhadap sesama,” pungkasnya. (Muriyono/yupan)




