
Sidoarjo, wartapoint – Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 H, DAFI Pesantren Al-Qur’an Science menunjukkan komitmen kuat dalam memfasilitasi ibadah umat. Melalui kegiatan “I’tikaf Nasional”, pesantren ini mengajak para santri, alumni, hingga masyarakat umum untuk bersama-sama menghidupkan malam dengan berburu keutamaan Lailatul Qadr.
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Nabawi DAFI, Desa Anggaswangi, Sukodono ini berlangsung khidmat sejak 10 Maret hingga 18 Maret 2026.
Agenda Ibadah Terstruktur dan Penuh Kekhusyukan
Ketua Panitia, Rijal Mujahidin Sabililhaq, A.MA., menjelaskan bahwa I’tikaf ini dirancang agar para peserta dapat mengoptimalkan setiap detik waktu utama di malam hari. Rangkaian kegiatan dimulai setiap pukul 16.00 WIB hingga 06.00 WIB keesokan harinya.
“Kami ingin memberikan wadah bagi kaum muslimin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah yang terstruktur. Tujuannya jelas, agar waktu utama di malam hari tidak terbuang sia-sia,” ujar Rijal.
Adapun agenda yang dijalani peserta meliputi:
- Sore – Malam: Buka puasa bersama, shalat Maghrib, Isya’, dan Tarawih berjamaah.
- Tengah Malam: Tadarus Al-Qur’an bersama seluruh peserta dengan suasana tenang.
- Dini Hari: Shalat Tahajjud berjamaah pada pukul 02.00 WIB sebagai puncak perburuan Lailatul Qadr.
- Pagi: Makan sahur bersama, shalat Subuh berjamaah, dan ditutup dengan dzikir pagi.
Mempererat Ukhuwah dan Semangat Kolaborasi
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum spiritual individu, tetapi juga sarana memperkuat tali persaudaraan. Mudir DAFI Pesantren Al-Qur’an Science sekaligus Ketua Pengurus Yayasan Darul Fikri Sidoarjo, Ustadz Agus Hariadi, S.Pd.I., Al Hafidz, menyampaikan rasa syukurnya atas sinergi yang tercipta.
”Kegiatan ini semakin semarak karena tidak terbatas pada internal pesantren saja. Suksesnya acara ini adalah buah kontribusi panitia, Bidang Usaha DAFI, serta dukungan para donatur,” jelas Ustadz Agus. Ia menekankan bahwa kebersamaan ini menjadi faktor utama terselenggaranya I’tikaf Nasional secara optimal dan berkesinambungan.
Antusiasme Peserta dan Santri
Semangat positif sangat dirasakan oleh para peserta, salah satunya Muhammad Ubay, santri kelas XI MA DAFI. Ia mengaku sangat termotivasi dengan suasana kompetisi dalam kebaikan (fastabiqul khairat) yang hadir selama kegiatan.
”Saya sangat termotivasi memaksimalkan sepuluh malam terakhir ini. Waktunya sangat berharga dan suasana kebersamaan di sini membuat saya tidak ingin melewatkan momentum ini begitu saja,” ungkap Ubay.
Dengan suksesnya agenda ini, DAFI Pesantren Al-Qur’an Science berharap dapat terus menjadi motor penggerak kegiatan syiar Islam yang inklusif bagi masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya. (Muhammad Rukhan Asrori)





