SD Muhammadiyah 21 Surabaya Gelar Kemah Hizbul Wathan di Trawas, Tanamkan Kedisiplinan dan Salat Tepat Waktu

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Alam terbuka menjadi ruang belajar penuh kesan bagi siswa kelas 5 dan 6 SD Muhammadiyah 21 Surabaya. Bertempat di Alas Pelangi, Trawas, Mojokerto, para siswa antusias mengikuti kegiatan Kemah Hizbul Wathan (HW) pada Rabu (16/9/2026).

​Kegiatan ini dirancang khusus untuk membentuk kader Muhammadiyah yang mandiri, berakhlak mulia, dan tangguh. Jauh dari kenyamanan rumah dan rutinitas kelas, para peserta ditantang untuk mengelola kebutuhan pribadi, menjaga kebersihan lingkungan, serta bekerja sama dalam kelompok.

Ibadah Tetap Nomor Satu di Alam Terbuka

​Di tengah padatnya agenda luar ruangan, satu hal yang paling ditekankan adalah konsistensi dalam beribadah. Keadaan alam terbuka tidak dijadikan alasan untuk melalaikan kewajiban sebagai muslim.

​Para siswa tetap menjalankan pembiasaan salat berjamaah, menjaga adab, dan senantiasa mengingat Allah SWT. Melalui pengalaman ini, sekolah ingin menanamkan pesan mendalam bahwa ibadah harus tetap terjaga di mana pun berada.

Mengasah Kedisiplinan dan Kepemimpinan

​Selain pendalaman spiritual, Kemah HW juga menjadi sarana mengasah soft skills peserta didik. Melalui berbagai tantangan lapangan, siswa belajar tentang:

  • Kemandirian & Ketangguhan: Melatih keberanian menghadapi situasi baru dan mengelola perlengkapan mandiri.
  • Kepemimpinan & Kolaborasi: Mengasah komunikasi, kerja sama tim, serta rasa kepedulian antar sesama.
  • Kedisiplinan & Tanggung Jawab: Memahami pentingnya aturan dan kerapian selama berada di perkemahan.

Komitmen Sekolah dalam Pendidikan Karakter Nyata

​Kepala SD Muhammadiyah 21 Surabaya, Priyo Sasongko, M.Pd., menegaskan bahwa alam terbuka merupakan laboratorium kehidupan yang efektif untuk membentuk karakter anak sejak dini.

“Kemah Hizbul Wathan bukan sekadar mengenalkan anak pada alam, tetapi menjadi ruang belajar mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. Kami ingin menanamkan bahwa dalam kondisi apa pun, ibadah tetap harus dijaga. Karakter akan terbentuk lebih kuat ketika anak-anak mengalaminya secara langsung,” ujar Priyo.

​Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 21 Surabaya berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang selaras antara pencapaian akademik dan pembentukan akhlakul karimah. Siswa diharapkan pulang membawa pengalaman berharga: mandiri dalam melangkah, mulia dalam berakhlak, dan senantiasa teguh menjaga ibadahnya. (Devi/yupan)

#muhammadiyah #sekolah #beritanasional #pendidikan #indonesia

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article