
Lamongan, wartapoint — Pembelajaran Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah 4 Lamongan (SMA Fourmula) tidak sekadar menjadi teori di dalam kelas. Pada Rabu (16/9/2026), para murid kelas XI mempraktikkan langsung nilai-nilai teologi Al-Maun dengan membagikan makanan berupa mie kepada warga di sekitar lingkungan sekolah.
Aksi sosial ini dirancang untuk menjembatani pemahaman keagamaan murid dengan realitas sosial. Melalui kegiatan sederhana tersebut, para siswa diajak untuk mengasah rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.
Menumbuhkan Empati dan Kesadaran Sosial
Pengalaman turun langsung ke lapangan memberikan kesan mendalam bagi para siswa. M. Rayhan Hanif, salah seorang murid kelas XI, mengaku rasa lelahnya hilang saat melihat senyum para penerima bantuan.
”Saya merasa senang ketika dapat berbagi sedikit rezeki. Walaupun merasa lelah karena panas di bawah matahari terik, hal tersebut terbayarkan ketika melihat mereka tersenyum, walaupun bantuan yang diberikan sederhana,” ungkap Rayhan.
Hal senada disampaikan oleh Syam. Ia merasa kegiatan ini membuatnya lebih bersyukur dan belajar untuk lebih peka terhadap orang-orang di sekitarnya.
”Saya merasa senang dan bersyukur bisa membantu orang yang membutuhkan. Kegiatan ini mengajarkan saya untuk peduli dan berbagi. Semoga bantuan kecil ini bisa bermanfaat,” ujar Syam.
Mengintegrasikan Ilmu dan Tindakan Nyata
Guru Kemuhammadiyahan SMA Fourmula, Fathan Faris Saputro, M.Pd., menegaskan bahwa pembelajaran agama harus berdampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pemahaman teologi Al-Maun baru terasa utuh ketika diwujudkan dalam aksi kepedulian sosial.
”Pembelajaran Kemuhammadiyahan tidak cukup berhenti pada pemahaman teori. Nilai-nilai yang dipelajari perlu diwujudkan dalam gerakan nyata. Teologi Al-Maun mengajarkan bahwa keberagamaan harus melahirkan kepedulian kepada sesama,” jelasnya.
Faris berharap aksi ini dapat membentuk karakter siswa agar tidak hanya paham secara akademis, tetapi juga memiliki kebiasaan berbagi yang berkelanjutan.
”Harapannya, murid tidak hanya mampu menjelaskan apa itu Al-Maun, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mengamalkannya. Berbagi mie mungkin terlihat sederhana, tetapi dari sana mereka belajar bahwa kebaikan dapat dimulai dari hal kecil,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, SMA Fourmula membuktikan komitmennya dalam mengintegrasikan pengetahuan kelas dengan pengalaman lapangan. Semangat Al-Maun yang ditanamkan dari bangku sekolah diharapkan terus tumbuh menjadi kebiasaan hidup para siswa di tengah masyarakat. (Wahid/yupan)
#muhammadiyah #sekolah #lamongan #beritanasional #indonesia





