
Surabaya, wartapoint – Halaman parkir MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) tampak ramai dan penuh keceriaan. Selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (15–17/9), para siswa kelas 1 hingga 6 berantusias mengikuti agenda tahunan Business Day untuk belajar wirausaha secara langsung.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai stan kuliner tradisional Nusantara disajikan dengan rapi. Siswa menjajakan aneka makanan ringan, santapan berat, hingga minuman tradisional yang segar dan sehat. Uniknya, jajanan tradisional ini dikemas dengan gaya modern dan kekinian sehingga menarik perhatian warga sekolah.
Sebelum terjun ke lapangan untuk berjualan dan bertransaksi, para siswa mendapatkan pembekalan teori di dalam kelas. Mereka mempelajari konsep dasar kewirausahaan serta menyelesaikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai panduan memahami mekanisme jual beli secara bijak.
Begitu jam istirahat tiba, suasana pasar mendadak hidup. Seluruh siswa dan guru antusias berburu jajanan. Ada yang berburu makanan favorit, mencoba cita rasa baru, hingga melatih keberanian melakukan transaksi keuangan secara mendiri.
Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Nundun Neti, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membawa konsep pembelajaran teori ke dalam praktik kehidupan nyata.
“Anak-anak belajar banyak hal melalui Business Day. Mereka belajar berkomunikasi, mengenal nilai uang, bertanggung jawab, dan tentunya semakin mengenal serta mencintai makanan tradisional Indonesia,” ujar Nundun Neti.
Melalui ajang Business Day, Sekolah Mulia membuktikan bahwa proses belajar tidak terbatas di dalam ruang kelas semata. Berkreasi, berinteraksi lewat transaksi, sekaligus melestarikan kekayaan kuliner Nusantara dapat menjadi pengalaman edukatif yang seru dan berkesan bagi anak-anak. (yupan)





