Surabaya, wartapoint – Gema takbir Idulfitri 1447 H masih terasa kental di kediaman keluarga besar Bani Andjar. Pada Jumat (20/03/2026), suasana penuh keakraban menyelimuti kediaman yang beralamat di Jalan Tenggumung Karya, Gang Lebar Nomor 43, Surabaya. Keluarga besar ini berkumpul dalam momen Halalbihalal untuk merajut kembali tali persaudaraan yang sempat terhalang jarak dan kesibukan.
Pertemuan Lintas Kota dan Wilayah
Momentum Lebaran tahun ini terasa sangat istimewa karena kehadiran anggota keluarga yang tersebar di berbagai daerah. Tak hanya dari wilayah Surabaya seperti Jelidro, Manukan, dan Simo, kerabat dari luar kota pun turut hadir memeriahkan suasana.
Nida Urohmah Ipmawati, selaku Koordinator Kegiatan Halalbihalal Bani Andjar, mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas antusiasme keluarga yang hadir.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena semua keluarga besar bisa meluangkan waktu untuk hadir. Ada yang datang jauh-jauh dari Malang, bahkan kerabat dari Bandung pun menyempatkan diri datang ke Surabaya demi menjaga marwah silaturrahim ini,” ujarnya.
Menjaga Tradisi, Mempererat Kasih Sayang
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini diisi dengan rangkaian acara yang khidmat namun santai. Dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah oleh Ustadz Mudjib, acara dilanjutkan dengan sesi bermaaf-maafan (mushafahah) yang penuh tetesan air mata kebahagiaan.
Bagi keluarga Bani Andjar, pertemuan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wadah untuk mengenalkan silsilah keluarga kepada generasi muda agar akar persaudaraan tidak terputus.
Keseruan Games dan Kebersamaan
Menjelang siang, suasana yang formal berubah menjadi penuh tawa dan keceriaan. Panitia telah menyiapkan berbagai games seru yang melibatkan seluruh anggota keluarga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Keseruan lomba dan permainan kelompok ini menjadi penutup yang manis dalam rangkaian Halalbihalal tahun ini. Gelak tawa yang pecah di Gang Lebar Nomor 43 tersebut membuktikan bahwa jarak ratusan kilometer—seperti dari Bandung ke Surabaya—terbayar tuntas dengan hangatnya kebersamaan keluarga.
”Semoga semangat kekeluargaan ini terus terjaga hingga Idulfitri-Idulfitri berikutnya. Inilah esensi kemenangan yang sesungguhnya,” pungkas Nida dengan senyum bahagia. (yupan)




