Saturday, April 18, 2026

Arus Mudik Lebaran 2026: Penumpang Angkutan Umum Tembus 10,88 Juta, Kereta Api Jadi Primadona

Must read

Jakarta, wartapoint – Arus mudik Lebaran 2026 mencatatkan tren peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Data terbaru dari Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu menunjukkan bahwa koordinasi lintas sektor berhasil menjaga pergerakan jutaan pemudik tetap terkendali meskipun volume penumpang melonjak.

Lonjakan Penumpang di Semua Lini

​Selama periode H-8 hingga hari H Lebaran (13–21 Maret 2026), total pergerakan penumpang angkutan umum mencapai 10,88 juta orang. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 8,58% dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025.

​Moda transportasi kereta api mengukuhkan posisinya sebagai pilihan utama masyarakat dengan total 3,34 juta penumpang, tumbuh pesat 13,46% secara tahunan. Selain kereta api, lonjakan signifikan juga terjadi pada angkutan penyeberangan yang naik 14,01%.

Statistik Pergerakan pada Hari H Lebaran

​Tepat pada hari raya Idul Fitri, Sabtu (21/03/2026), tercatat sebanyak 873.916 orang menggunakan angkutan umum. Berikut adalah rincian persebaran penumpangnya:

  • Kereta Api: 364.649 penumpang
  • Moda Udara: 206.785 penumpang
  • Penyeberangan: 177.564 penumpang
  • Bus: 103.777 penumpang
  • Laut: 21.141 penumpang

Ketepatan Waktu (OTP) dan Arus Kendaraan Pribadi

​Kementerian Perhubungan melaporkan bahwa performa ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) relatif terjaga dengan baik. Kereta api regional mencatatkan angka tertinggi mencapai 99,40%, disusul angkutan laut di angka 95,92%. Namun, tantangan masih terlihat pada moda angkutan darat (bus) yang mencatatkan OTP 64,97%.

​Sementara itu, volume kendaraan pribadi juga terpantau sangat tinggi. Lebih dari 734 ribu unit kendaraan bergerak di gerbang tol wilayah Jabodetabek dan Non-Jabodetabek, sedangkan di jalur arteri tercatat lebih dari 1 juta unit kendaraan yang keluar-masuk kawasan.

Antisipasi Puncak Arus Balik H+3

​Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Ernita Titis Dewi, mengingatkan masyarakat untuk mulai bersiap menghadapi arus balik. Puncak arus balik diprediksi akan jatuh pada Selasa, 24 Maret 2026 (H+3).

​”Kami mengimbau pemudik untuk merencanakan perjalanan kembali lebih awal guna menghindari penumpukan di waktu puncak. Pastikan menggunakan moda transportasi resmi dan berizin agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan terkendali,” ujar Ernita Titis Dewi.

​Pemerintah terus memantau titik-titik krusial guna memastikan transisi arus balik berjalan semulus arus mudik, dengan mengedepankan aspek keselamatan bagi seluruh lapisan masyarakat. (SF/PR)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article