Ustadz Yudha di Masjid Al-Istiqomah: “Dakwah Bil Qolam Adalah Jihad Literasi di Era Digital”

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangpilang Surabaya kembali menggelar kajian rutin ba’da Maghrib yang kali ini menyoroti pentingnya literasi bagi umat Islam. Bertempat di Masjid Al-Istiqomah, Jalan Mastrip Gang Rajawali 1, Karangpilang, Sabtu (4/4/2026), Ustadz Yudha membedah tema strategis: “Dakwah Bil Qolam” (Dakwah melalui Tulisan).

​Dalam pemaparannya, Ustadz Yudha menekankan bahwa di era informasi saat ini, tulisan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan senjata ampuh untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan.

​Tulisan Sebagai Pengikat Ilmu yang Abadi

​Mengawali kajiannya, Ustadz Yudha mengutip pepatah Arab klasik, “Al-I’lmu shoydun wa kitaabatuhu qoyduhu”, yang berarti ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ia menjelaskan perbedaan mendasar antara dakwah lisan dan tulisan.

​”Jika dakwah bil lisan adalah berbicara di mimbar yang suaranya bisa hilang seiring waktu, maka dakwah bil qolam akan melintasi zaman. Penulisnya boleh wafat, namun pahala jariyahnya terus mengalir setiap kali tulisannya dibaca dan memberi manfaat bagi orang lain,” jelas Ustadz Yudha di hadapan para jamaah.

​Urgensi Melawan Hoaks di Ruang Digital

​Memasuki era digital, Ustadz Yudha mengingatkan bahwa smartphone di genggaman setiap muslim harus menjadi “mimbar baru”. Ia menyoroti fenomena perang opini dan maraknya hoaks yang seringkali menyesatkan masyarakat.

​”Jika orang-orang baik diam dan tidak menulis, maka ruang digital akan dipenuhi oleh narasi yang menyesatkan. Menjadi penulis atau jurnalis muslim saat ini adalah bentuk perjuangan atau jihad masa kini. Menulis satu berita yang meluruskan fitnah adalah ibadah,” tegasnya.

​Etika Penulis Muslim: Tabayyun dan Ishlah

​Namun, Ustadz Yudha juga memberikan catatan penting mengenai etika dalam menulis. Sebagai praktisi media atau pengguna media sosial, seorang muslim wajib memegang tiga prinsip utama:

  1. ​Tabayyun (Verifikasi): Selalu memastikan kebenaran berita sebelum ditulis atau disebarkan.
  2. ​Ishlah (Membawa Kedamaian): Tulisan harus bertujuan memperbaiki keadaan, bukan memprovokasi.
  3. ​Integritas: Menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap kata yang dirangkai.

​Menulis untuk Ridha Allah

​Sebagai penutup kajian, Ustadz Yudha mengajak seluruh jamaah, khususnya generasi muda Muhammadiyah Karangpilang, untuk mulai menggerakkan jari-jemari mereka dalam membela agama melalui tulisan, baik melalui artikel blog maupun status media sosial yang menginspirasi.

​”Menulislah agar dunia tahu kamu pernah ada, dan menulislah yang baik agar Allah rida atas keberadaanmu. Mari jadikan tulisan kita sebagai saksi di akhirat nanti bahwa kita pernah berjuang untuk kebenaran,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article