
Surabaya, wartapoint – Semangat kemenangan Idul Fitri 1446 H tidak hanya dirayakan dengan berkumpul bersama keluarga, tetapi juga menjadi momentum bagi siswa-siswi SMP Muhammadiyah 13 Surabaya (Spemgalas) untuk merajut kembali tali silaturahmi. Dalam suasana Syawal yang penuh kehangatan, para siswa menghidupkan tradisi tahunan dengan mengunjungi sekolah asal (SD/MI) mereka di kawasan Tambaksari dan sekitarnya.
Kegiatan rutin yang dikenal sebagai Safari Halal Bihalal ini bertujuan untuk mempererat ikatan batin antara alumni dengan para pendidik yang telah meletakkan fondasi ilmu di masa sekolah dasar.
Momentum Menanamkan Nilai Adab
Bagi keluarga besar Spemgalas, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas kalender sekolah. Ini adalah implementasi nyata dari pendidikan karakter yang ditekankan di sekolah.
- Penghormatan Guru: Mengajarkan siswa untuk selalu ingat pada jasa pendidik.
- Permohonan Restu: Mengharapkan keberkahan dalam perjalanan pendidikan di jenjang SMP.
- Pelestarian Tradisi: Menjaga budaya tabayyun dan saling memaafkan secara langsung.
Suasana Haru dan Penuh Kenangan
Kunjungan ini disambut dengan antusiasme tinggi. Para siswa mendatangi satu per satu ruang guru untuk berjabat tangan dan berbincang hangat. Gelak tawa pecah saat para alumni menceritakan pengalaman mereka di bangku SMP kepada guru-guru lama mereka.
”Seru banget! Selain kangen-kangenan dan mengenang masa SD, aku juga bisa kenalan dengan beberapa guru baru di sini,” ungkap Fatiha, alumni SD Muhammadiyah 3 yang kini menempuh pendidikan di Spemgalas.
Apresiasi dari Para Pendidik
Kehadiran para siswa Spemgalas ini menuai pujian dari pihak sekolah dasar. Ibu Halimah, salah satu guru di SD Muhammadiyah 3 (SD Mumtas), mengaku bangga melihat perkembangan mantan anak didiknya.
”Ini kegiatan yang sangat menginspirasi. Anak-anak Spemgalas tidak hanya unggul secara akademik, tetapi tetap menjaga adab. Kami bangga melihat prestasi mereka yang semakin melejit, apalagi dengan adanya program kelas talent di Spemgalas,” tuturnya, Rabu (8/4/2026).
Menjaga Ikatan Tanpa Batas Waktu
Tradisi ini membuktikan bahwa hubungan guru dan murid tidak berakhir saat kelulusan. Melalui momen Syawal, Spemgalas berhasil membangun jembatan silaturahmi yang kokoh, memastikan doa dan dukungan dari para guru SD terus mengalir bagi kesuksesan generasi penerus bangsa. (Hayatun Nufus)





