Rapat Barisan Menuju Pasar Global, SMK MUDA Gelar Studi Tiru ke SMK MUDISA

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Semangat memperkuat kualitas pendidikan kejuruan berbasis global terus digelorakan sekolah-sekolah Muhammadiyah di Surabaya. Guna memperkokoh sinergi dan mengakselerasi program sekolah unggulan, SMK Muhammadiyah 2 Surabaya (SMK MUDA) merapatkan barisan dengan menggelar kunjungan studi tiru ke SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK MUDISA) pada Kamis, 24 September 2026.

​Rombongan SMK MUDA dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Hijri Alaudin, S.Kom., bersama tiga staf pendamping. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala SMK MUDISA, Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., beserta jajaran manajemen sekolah.

​Fokus Strategis: Menggarap Program Internasional dan SPMB

​Kunjungan ini menjadi wadah strategis untuk bertukar pikiran mengenai pengelolaan pendidikan kejuruan modern. Berbagai topik prioritas dibahas secara interaktif, mulai dari perancangan program SMK Go Global, tata kelola Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), penjaminan mutu pendidikan, hingga formulasi program-program inovatif sekolah.

​Topik penguatan program internasional menjadi salah satu fokus diskusi yang paling hangat. Kedua pihak sepakat bahwa tantangan lulusan SMK saat ini tidak hanya menuntut kecakapan teknis (hard skills), melainkan juga wawasan global, ketahanan adaptasi, keterampilan komunikasi, dan kesiapan bersaing di pasar kerja internasional.

​Kepala SMK MUDISA, Irvandy Andriansyah, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem saling belajar di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.

“Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antarsekolah. Kita berharap SMK Muhammadiyah dapat terus maju bersama, saling berbagi praktik baik, memperkuat program unggulan, dan bersama-sama mewujudkan sekolah yang unggul serta berkemajuan,” papar Irvandy.

​Observasi Langsung Pembelajaran Berbasis Industri di Teaching Factory

​Tidak sekadar berdiskusi secara teoritis, rombongan SMK MUDA diajak meninjau langsung operasional Teaching Factory (TEFA) yang dikembangkan oleh SMK MUDISA. Melalui peninjauan ini, rombongan dapat mengamati secara langsung bagaimana proses pembelajaran kejuruan diselaraskan dengan standar Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

​Penerapan konsep TEFA terbukti memberi ruang pengalaman nyata bagi peserta didik, sehingga dapat mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga siap kerja (work-ready).

​Komitmen Implementasi dan Kolaborasi Berkelanjutan

​Merespons sambutan dan keterbukaan informasi dari tuan rumah, Kepala SMK MUDA, Hijri Alaudin, S.Kom., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kesempatan studi tiru ini.

“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan banyak ilmu dari hasil kunjungan studi tiru ini. Banyak hal yang kami dapatkan dan insyaallah akan kami pelajari serta terapkan. Semoga apa yang kami dapatkan dari SMK MUDISA bisa kami implementasikan sehingga sekolah kami semakin maju,” ujar Hijri.

​Studi tiru ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan antara SMK MUDA dan SMK MUDISA. Langkah bersama ini membuktikan komitmen bahwa untuk menjadi unggul dan berdaya saing global, sekolah Muhammadiyah dapat tumbuh maju bersama melalui semangat berbagi dan bersinergi. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article