Lewat Kuis “Rp10 Ribu”, SD Musix Surabaya Kenalkan Literasi Keuangan Sejak Dini

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Antusiasme membuncah di kelas 1 ICP-1 SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya saat R. Azka Putri, S.E., mengawali sesi Program Orang Tua Mengajar pada Kamis (24/9/2026). Lewat pertanyaan sederhana “Siapa yang sudah menabung?”, hampir seluruh siswa kompak mengacungkan tangan, menandai dibukanya kelas edukasi literasi keuangan yang interaktif dan menyenangkan.

​Azka, yang merupakan orang tua dari siswa Arava Kallea Mecca, menghadirkan wawasan praktis mulai dari cara mengelola uang saku, menumbuhkan budaya menabung, hingga membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

​Belajar Mengelola Uang Saku dan Mengenal Perbankan

​Dalam penyampaiannya, Azka menggunakan analogi sederhana yang dekat dengan keseharian siswa agar materi mudah dicerna. Ia menekankan bahwa uang saku yang diterima tidak harus dihabiskan seluruhnya.

​“Kalau anak-anak mendapatkan uang saku Rp10 ribu, kemudian membeli es krim Rp7 ribu, maka yang ditabung Rp3 ribu,” terang Azka.

​Tak hanya mengenalkan celengan sebagai sarana menabung di rumah, Azka juga mulai memaparkan peran bank dan kartu ATM sebagai tempat menyimpan uang yang aman. Melalui penayangan video animasi singkat, para siswa diajak memahami tata cara transaksi di mesin ATM sekaligus pentingnya menjaga kerahasiaan nomor PIN.

​Semarak Kuis Matematika dan Hadiah Tunai

​Suasana kelas kian semarak ketika memasuki sesi kuis interaktif berhadiah uang tunai. Melalui kuis ini, siswa diajak mengasah kemampuan berhitung matematika dasar secara langsung melalui skenario belanja harian.

​salah satu siswa, Muhammad Rafaizan Al Haziq (Ziko), berhasil menjawab dengan cepat dan tepat pertanyaan kuis tentang sisa uang saku yang dapat disisihkan usai membeli jajanan.

​Kepolosan Siswa dalam Sesi Tanya Jawab

​Daya kritis para siswa kelas 1 ini makin terlihat pada sesi tanya jawab. Ziko kembali melontarkan pertanyaan polos namun mendasar, “Bagaimana cara mendapatkan uang?”, yang dijawab Azka dengan penjelasan mengenai pentingnya bekerja keras dan berwirausaha.

​Pertanyaan menarik lainnya datang dari Aghnia Naadhira Hilya yang penasaran dengan dunia kerja. “Berapa gaji kalau bekerja di bank, Bunda?” tanyanya polos, yang disambut gelak tawa dan antusiasme seisi kelas. Azka pun menjelaskan dengan lugas bahwa besaran penghasilan bertali erat dengan tanggung jawab dan posisi pekerjaan seseorang.

​Penutup dan Implikasi Pembelajaran

​Kegiatan Orang Tua Mengajar ini diakhiri dengan pembagian suvenir berupa dompet kartu ATM dan alat tulis. Melalui kehadiran orang tua pengajar, para siswa tidak hanya menyerap teori dari buku, tetapi juga mendapatkan wawasan nyata dari dunia kerja.

​Langkah kecil dari pengelolaan uang saku Rp10 ribu ini diharapkan mampu menanamkan fondasi finansial yang kuat bagi para siswa: bahwa uang tidak sekadar untuk dihabiskan, melainkan perlu dikelola secara bijak demi masa depan. (Bashirun)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article