Jembatan Garuda: Simbol Gotong Royong TNI dan Warga Simo-Sambi Menuju Akses Vital

Must read

- Advertisement -

Boyolali, wartapoint – Deru mesin pengaduk semen dan semangat warga pecah di tepian Sungai Cemara, Desa Tempuran, Kecamatan Simo. Pada Rabu (15/4/2026), puluhan warga bersama personel TNI bahu-membahu mewujudkan mimpi lama: sebuah jembatan penghubung yang kokoh antara Kecamatan Simo dan Kecamatan Sambi.

​Pembangunan yang diberi nama Jembatan Garuda ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan manifestasi nyata dari budaya gotong royong yang masih mengakar kuat di Kabupaten Boyolali.

​Progres Pengecoran Pondasi

​Saat ini, pembangunan telah memasuki tahap krusial, yakni pengecoran pondasi pangkal jembatan sisi kedua. Sebanyak enam personel Babinsa dari Koramil 12/Simo Kodim 0724/Boyolali diturunkan langsung untuk mengawal proses ini.

Sertu Heri Murjiyanto, yang memimpin personel di lapangan, menyatakan bahwa saat ini capaian pekerjaan berada di angka 10 persen. Fokus utama saat ini adalah menjamin kekuatan dasar konstruksi agar jembatan memiliki daya tahan jangka panjang.

​Akses Strategis bagi Masyarakat

​Kehadiran Jembatan Garuda diprediksi akan menjadi “napas baru” bagi mobilitas warga di kedua kecamatan. Selama ini, aliran sungai menjadi pembatas fisik yang cukup menyulitkan aktivitas harian. Jika rampung nanti, jembatan ini akan memberikan dampak signifikan pada:

  • Pendidikan: Mempersingkat waktu tempuh siswa menuju sekolah.
  • Ekonomi: Mempercepat jalur distribusi hasil pertanian warga ke pasar.
  • Sosial: Mempermudah mobilitas antarwilayah secara umum.

​Sinergi TNI dan Rakyat

​Dandim 0724/Boyolali, Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E., memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan yang ditunjukkan oleh warga dan anggotanya. Menurutnya, kehadiran TNI bukan hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga bertindak sebagai motor penggerak moral.

​”Kami berharap Jembatan Garuda ini dapat segera rampung. Sinergi ini adalah kunci agar pembangunan berjalan aman dan tertib. Harapan besarnya, konektivitas yang terbangun nanti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat bagi masyarakat Simo dan Sambi,” tutur Letkol Inf Dhanu.

​Pembangunan ini menjadi bukti nyata bahwa dengan semangat kemanunggalan, hambatan geografis seperti aliran sungai pun dapat teratasi demi kemajuan desa yang berkualitas dan berkelanjutan. (Agus)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article