
Katingan, wartapoint — Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, tidak hanya menyisakan kabut asap, tetapi juga memicu krisis air bersih. Dampak kekeringan ini mulai dirasakan secara signifikan oleh masyarakat di Desa Jahanjang, Kecamatan Kamipang.
Merespons kondisi darurat tersebut, Muhammadiyah Katingan yang bergerak melalui konsorsium One Muhammadiyah One Response (OMOR) menggelar aksi kemanusiaan pada Ahad (20/9/2026). Aksi ini melibatkan sinergi antara Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Katingan, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Katingan, Palang Merah Indonesia (PMI), TNI, serta PMR MTs Muhammadiyah Kasongan.
Dalam aksi kolaboratif ini, tim gabungan menempuh perjalanan hampir dua jam menuju lokasi untuk mendistribusikan sebanyak 11.200 liter air bersih kepada 150 kepala keluarga (KK) yang terdampak.
Solusi Nyata Krisis Air Bersih
Program kolaborasi bertajuk “Berbagi Air, Menguatkan Kepedulian untuk Sesama” ini hadir sebagai solusi nyata atas kebutuhan mendesak warga Desa Jahanjang yang selama beberapa waktu terakhir kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.
Penyaluran bantuan dihadiri langsung oleh Ketua LAZISMU Katingan Faridul Hayat, Ketua MDMC Katingan Iswandi, serta Ketua PDM Katingan Sardinie U. Budin.
Ketua LAZISMU Katingan, Faridul Hayat, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk wujud nyata kepedulian Muhammadiyah terhadap masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. Air bersih menjadi kebutuhan vital yang harus segera dipenuhi agar aktivitas harian warga—khususnya untuk konsumsi—dapat terus berjalan.
“LAZISMU hadir untuk memastikan masyarakat tidak sendirian dalam menghadapi berbagai musibah, baik kabut asap maupun kekeringan. Semoga bantuan air bersih ini dapat meringankan beban warga, terutama untuk kebutuhan memasak, minum, dan keperluan rumah tangga lainnya,” ujar Faridul.
Sambutan Antusias Warga Desa Jahanjang
Proses distribusi 11.200 liter air bersih dipusatkan di sejumlah titik strategis di Desa Jahanjang. Kedatangan tim relawan disambut antusias oleh warga. Tampak masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi pembagian dengan membawa berbagai wadah penampungan, mulai dari jeriken hingga drum.
Ketua MDMC Katingan, Iswandi, menyampaikan bahwa krisis air bersih merupakan dampak nyata dari bencana hidrometeorologi yang memerlukan respons cepat dan terpadu. Sinergi lintas lembaga melalui semangat OMOR, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci agar bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.
“Relawan yang tergabung dalam OMOR tidak hanya bergerak melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), membagikan nutrisi bagi relawan, atau menyediakan rumah oksigen, tetapi juga siap hadir di tengah situasi kekeringan melalui pembagian air bersih. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus membantu masyarakat hingga kondisi kembali normal dan hujan turun,” jelas Iswandi.
Memperkuat Semangat Gotong Royong
Ketua PDM Katingan, Sardinie U. Budin, menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dan gotong royong mampu menghadirkan kebermanfaatan yang luas bagi sesama.
Bagi Muhammadiyah, setiap tetes air yang disalurkan bukan sekadar bentuk bantuan fisik, melainkan simbol pesan kepedulian, kebersamaan, dan harapan.
“Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari langkah kebaikan yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas serta semakin memperkuat semangat berbagi untuk sesama,” tutup Sardinie. (mf/yupan)





