Surabaya, wartapoint – MI Muhammadiyah 25 Surabaya sukses menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Rabu dan Kamis, 22–23 April 2026. Mengedepankan sistem berbasis komputer (online), ujian yang menjadi tolok ukur mutu pendidikan ini berlangsung tertib, aman, dan tanpa kendala teknis.
Pelaksanaan TKA selama dua hari tersebut mencakup materi yang komprehensif. Hari pertama difokuskan pada mata pelajaran Matematika dan survei karakter, sementara hari kedua mencakup Bahasa Indonesia serta survei lingkungan belajar. Untuk menjaga efektivitas, ujian dibagi ke dalam tiga sesi di dua ruang khusus yang masing-masing diisi oleh 20 siswa.
Integritas Melalui Sistem Digital
Salah satu poin utama dalam pelaksanaan tahun ini adalah penerapan sistem pengawasan silang. Hal ini dilakukan untuk menjamin objektivitas serta menanamkan nilai kejujuran pada diri siswa sejak dini.
Proktor MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Herda Dwi Ardiansyah, menyatakan kepuasannya terhadap stabilitas sistem selama ujian berlangsung. “Alhamdulillah, selama pelaksanaan TKA tidak ditemukan kendala sedikit pun. Semua berjalan sesuai harapan, teknologi benar-benar membantu proses evaluasi menjadi lebih praktis,” ungkapnya.
Apresiasi dari Kemenag dan Pengawas Eksternal
Kredibilitas ujian ini semakin kuat dengan kehadiran pengawas eksternal, yakni Ustadzah Oktavia Putri Dwi Pratiwi (MI Muslimat NU) dan Ustadz Faishal Fahmi, S.Ud (MI Al Fitrah). Selain itu, Monitoring dari Kementerian Agama Kota Surabaya yang diwakili oleh Anas Novi Sugiarti turut memberikan apresiasi tinggi.
”Pelaksanaan TKA di sini sangat tertib dan lancar. Kami berharap MI Muhammadiyah 25 terus melangkah maju melahirkan generasi yang unggul secara akademik maupun akhlak,” tutur Anas.
Harapan Guru dan Kebanggaan Orang Tua
Kepala Madrasah, Ferry Rismawan, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tim yang terlibat, mulai dari wali kelas, proktor, hingga dukungan penuh wali murid. “Ini adalah hasil kerja bersama yang penuh keikhlasan demi masa depan siswa,” ujarnya.
Senada dengan Kepala Madrasah, Ustadzah Rahim selaku perwakilan wali kelas enam berharap hasil TKA ini menjadi cermin objektif bagi potensi siswa. Rasa haru juga dirasakan oleh orang tua siswa. “Deg-degan tapi senang, karena alhamdulillah anak-anak menjalaninya dengan bahagia dan penuh semangat,” ungkap salah satu wali murid.
Suara Siswa: Praktis dan Menantang
Aqila, salah satu peserta TKA, mengaku lebih nyaman dengan sistem ujian berbasis komputer. Baginya, TKA bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan pembuktian dari hasil belajar dan doa yang ia lakukan selama ini.
”Dengan TKA, kita tahu kemampuan asli kita. Meski ada soal yang sulit, tapi tetap bisa dikerjakan karena sistemnya praktis. Pesan saya untuk adik kelas, jangan malas belajar dan selalu berdoa kepada Allah SWT,” tutur Aqila.
Pijakan Menuju Mutu Pendidikan
Meskipun hasil TKA tidak bersifat wajib, MI Muhammadiyah 25 Surabaya memandang kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk memetakan kemampuan siswa. Evaluasi ini menjadi landasan bagi madrasah dalam merancang program pembelajaran yang lebih baik di masa depan, demi mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak mulia bagi bangsa. (Siti Islaha)





