Langkah Strategis Tingkatkan Kualitas Pendidikan: Mendikdasmen RI Resmikan MBC Krembangan Surabaya

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., meresmikan Gedung Muhammadiyah Boarding Class (MBC) yang berlokasi di sepanjang jalan Dupak Bangunsari, Surabaya, Jumat (1/5/2026).

Peresmian ini menandai langkah nyata dalam memperkuat ekosistem pendidikan dasar yang berkualitas dan inklusif di Indonesia.

​Pendidikan Inklusif untuk Semua

Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mu’ti menekankan pentingnya layanan pendidikan yang inklusif sebagai pilar keterbukaan Muhammadiyah. Ia menjabarkan empat dimensi inklusi yang menjadi visi besarnya, yakni:
Pertama, ​Inklusi Agama: Menciptakan ruang belajar bersama bagi murid dari berbagai latar belakang keyakinan.

​Kedua, Inklusi Sosial: Menghapus sekat antara keluarga mampu dan kurang mampu dalam satu lingkungan sekolah.

Ketiga, ​Inklusi Fisik: Memberikan ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Keempat, ​Inklusi Intelektual: Pendampingan khusus bagi anak-anak dengan kecepatan belajar yang berbeda (slow learners).

​Komitmen Revitalisasi dan Sekolah Unggul

Prof. Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk fokus pada perbaikan sarana pendidikan. “Tahun 2026 ini, kami telah mengalokasikan bantuan revitalisasi sebesar 14 triliun rupiah untuk 11.744 sekolah, dengan prioritas bagi sekolah yang terdampak bencana alam, sekolah di daerah 3T, serta sekolah dengan kerusakan berat,” ungkapnya.

​Selain itu, ia juga memaparkan rencana pengembangan sekolah unggulan, termasuk:
Pertama, ​Sekolah Unggul Terintegrasi: Sekolah non-asrama dengan standar akademik tinggi yang akan dibangun minimal satu di setiap kabupaten/kota.

Kedua, ​Sekolah Unggul Garuda: Target pembangunan 20 sekolah bertaraf internasional dalam kurun waktu lima tahun.

​Apresiasi Kemandirian Muhammadiyah

Mendikdasmen memberikan apresiasi tinggi kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan atas inisiatif pembangunan MBC dan serangkaian revitalisasi sekolah lainnya, mulai dari tingkat PAUD hingga pendidikan dasar. Ia menyoroti kemandirian warga Muhammadiyah dalam membangun fasilitas tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan pusat.

​”Semangat warga persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah Krembangan dalam membangun umat sangat luar biasa. Kemandirian ini adalah contoh nyata partisipasi masyarakat dalam memajukan pendidikan nasional,” tambah Prof. Mu’ti.

​Inovasi Pendidikan Usia Dini

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Mu’ti juga meninjau berbagai inovasi di tingkat TK, seperti TK Entrepreneur yang mengajarkan kemandirian bisnis sejak dini, serta TK berbasis budaya lokal yang melestarikan tradisi melalui seni.

​Acara peresmian yang dihadiri oleh Wali Kota Surabaya dan jajaran pimpinan Muhammadiyah ini berlangsung dengan khidmat. Kehadiran MBC diharapkan dapat menjadi model pendidikan berasrama yang mampu melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi sesuai tantangan zaman. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article