Buka Wisuda Tahfidz IV SD/MI Muhammadiyah se-Surabaya, Ketua PDM Dr. Ridlwan Tekankan Karakter Berbasis Al-Qur’an

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Semangat membumikan nilai-nilai suci Al-Qur’an kembali digelorakan di Kota Pahlawan. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd., secara resmi membuka gelaran Wisuda IV Tahfidzul Qur’an tingkat SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya yang berlangsung khidmat di SMAMDA Tower, Sabtu (16/05/2026).

​Acara yang diikuti oleh 297 wisudawan-wisudawati dari 28 sekolah ini mengusung tema besar, “Membumikan Al-Qur’an, Melangitkan Harapan”.

​Al-Qur’an Sebagai Fondasi Utama Karakter Generasi Muda

​Ridlwan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas konsistensi Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Surabaya dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an di tingkat sekolah dasar. Menurutnya, menghafal Al-Qur’an sejak dini bukan sekadar prestasi akademik, melainkan pembentukan benteng moral yang kokoh bagi masa depan anak.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada K3S dan seluruh kepala sekolah atas komitmennya. Wisuda Tahfidz ini adalah bukti nyata komitmen Muhammadiyah dalam membangun karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an,” ungkap Ridlwan dalam sambutannya.

​Ia juga menambahkan bahwa di tengah tantangan zaman dan digitalisasi saat ini, kedekatan anak-anak dengan Al-Qur’an akan menjadi kompas kehidupan yang menjaga mereka agar tetap berada di jalur yang benar.

​Prosesi Pembukaan Resmi: Mengetuk Pintu Berkah

​Suasana di dalam aula SMAMDA Tower semakin bergemuruh penuh syukur saat Ridlwan membuka acara secara resmi. Dengan melafalkan kalimat thayyibah, ia menandai dimulainya prosesi wisuda bagi ratusan syuhada Al-Qur’an cilik tersebut.

“Bismillahirrahmanirrahim, dengan mengharap rida Allah SWT, Wisuda IV Tahfidzul Qur’an SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucap Ridlwan.

​Harapan Besar untuk Guru dan Orang Tua

​Menutup sambutannya, Dosen dan akademisi senior ini juga menitipkan pesan mendalam kepada para orang tua dan tenaga pendidik. Beliau mengingatkan bahwa tugas mendidik tidak berhenti setelah prosesi wisuda hari ini selesai.

​”Anak-anak ini adalah aset umat dan bangsa. Tugas kita bersama, baik guru di sekolah maupun orang tua di rumah, untuk terus menjaga, mendampingi, dan memastikan hafalan mereka terus melekat serta diaplikasikan dalam perilaku sehari-hari,” pungkasnya. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article