
Surabaya, wartapoint – Atmosfer penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti Gedung Balai Jasa Konstruksi pada Sabtu (16/5/2026). SD Muhammadiyah 29 Five Days School Surabaya (SD Mudalan) sukses menggelar acara “Wisuda Tahfidzul Qur’an Angkatan Ke-VI”. Kegiatan tahunan ini menjadi momentum penting dalam mengukuhkan para generasi penghafal Al-Qur’an di tingkat sekolah dasar.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 29 Surabaya, Jatim M.A., menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari pihak sekolah terhadap dedikasi dan kerja keras para siswa yang telah berjuang menjaga kalamullah.
”Tujuan diadakannya kegiatan ini tidak lain adalah memberikan apresiasi kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah bekerja keras untuk menghafal Al-Qur’an. Ini adalah bentuk pengukuhan atas capaian luar biasa mereka,” ujarnya.
Capaian Kelulusan yang Luar Biasa
Pada angkatan ke-VI ini, tantangan yang dihadapi para siswa terbilang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Wisuda kali ini menguji hafalan para siswa dari Juz 30, 29, 28, 1, 2, hingga Juz 3. Dari total 275 siswa yang terdaftar mengikuti proses munaqosah (ujian hafalan), sebanyak 264 siswa dinyatakan lolos dan berhak mengikuti wisuda.
”Persentase kelulusannya mencapai sekitar 96%. Ini adalah capaian yang sangat luar biasa,” imbuhnya.
Detail Distribusi Nilai Ujian
Pihak sekolah mengategorikan hasil ujian munaqosah siswa ke dalam tiga tingkatan nilai yang mencerminkan kualitas hafalan mereka:
- Jayyid (Baik): 42% dari total peserta.
- Jayyid Jiddan (Sangat Baik): Mendominasi dengan total 51% peserta.
- Mumtaz (Istimewa/Sempurna): Diraih oleh sekitar 5,6% siswa.
Sebagai bentuk penghargaan khusus, sekolah juga mengukuhkan 6 wisudawan terbaik yang diambil dari masing-masing juz. Kualitas hafalan para lulusan pun teruji secara nyata saat mereka diuji secara langsung di hadapan publik (uji publik) dengan hasil yang sangat memuaskan dan riil.
Pentingnya Sinergi Orang Tua dan Sekolah
Ke depan, Jatim berharap agar kualitas hafalan para siswa bisa terus ditingkatkan, dengan target mayoritas siswa mampu meraih predikat Jayyid Jiddan hingga Mumtaz. Namun, ia menekankan bahwa kunci keberhasilan ini tidak hanya berada di tangan sekolah, melainkan ada pada komitmen besar orang tua di rumah.
”Harapan saya ke depan, hasil ujian ini bisa sebagian besar bergeser ke Jayyid Jiddan dan Mumtaz. Catatannya adalah orang tua harus benar-benar memiliki kesungguhan dan memberikan dukungan penuh, terutama untuk meningkatkan kuantitas murojaah (mengulang hafalan) anak di rumah. Jika orang tua hanya pasrah sepenuhnya kepada sekolah, maka hasilnya tidak akan bisa maksimal,” pungkasnya.
Acara yang mengusung tema “Menjadi Generasi Qur’ani Berilmu dan Berakhlak Mulia” ini berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan penghargaan kepada para wisudawan terbaik. (yupan)





