
Surabaya, wartapoint – Pembelajaran lintas budaya tidak selalu harus dilakukan melalui buku pelajaran atau tayangan audio-visual semata. Sebanyak puluhan siswa kelas IV dan V SD Muhammadiyah 16 Surabaya (Sekolah Kreatif Baratajaya) mendapatkan pengalaman berbeda saat mempelajari kebudayaan Jepang secara langsung, Kamis (5/11/2026).
Melalui agenda bertajuk Bunka Shokai Festival: Sehari Belajar Bersama Nihongo Partner, para siswa berkesempatan berinteraksi dan belajar bersama penutur asli (native speaker), Oono Aya Sensei dari lembaga Bunka Shokai.
Dalam kegiatan interaktif tersebut, para peserta didik tidak hanya diperkenalkan dengan dasar-dasar bahasa Jepang, melainkan juga diajak membuat kerajinan tangan, menyaksikan pertunjukan tarian tradisional, bernyanyi bersama, hingga mempraktikkan cara membuat makanan khas Negeri Sakura.
Guru Bahasa Jepang Sekolah Kreatif Baratajaya, Retno Sensei, menjelaskan bahwa ajang ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan menarik bagi anak-anak.
”Kami menghadirkan berbagai aktivitas, mulai dari craft, culinary, tarian tradisional, hingga musik Jepang. Harapannya, anak-anak bisa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menarik,” ujar Retno.
Menyapa dengan Bahasa Jepang dan Pertunjukan Seni
Suasana festival dibuka secara meriah oleh dua pembawa acara dari kalangan siswa, yakni Earth Sofie Arismala (kelas IV) dan Razqa Putra Rheandra (kelas V). Keduanya menyapa seluruh peserta menggunakan ungkapan bahasa Jepang harian.
Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, S.H., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan penyambutan hangat atas kehadiran Oono Aya Sensei di lingkungan sekolah. Ia berharap momentum ini dapat dimanfaatkan para siswa untuk memperluas wawasan internasional.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Yosakoi khas Jepang yang dibawakan oleh siswa bernama Mikaila bersama kelompoknya. Suasana kian interaktif saat enam siswa menyanyikan lagu tema anime populer seperti Blue Bird dan Doraemon, yang disambut antusias oleh Aya Sensei dan seluruh peserta.
Praktik Membuat Craft hingga Kuliner Jepang
Setelah menyimak pemaparan materi pengenalan budaya dari Aya Sensei, para siswa berpindah ke sesi praktik mandiri. Mereka diajak membuat boneka pembatas buku (bookmark) bermotif khas Jepang serta mengolah hidangan tradisional.
Untuk sesi kuliner, kegiatan dibagi berdasarkan jenjang kelas. Siswa kelas IV didampingi oleh Rimby Novitasari, S.Pd., beserta wali kelas untuk mempraktikkan pembuatan onigiri (nasi kepal Jepang). Sementara itu, siswa kelas V didampingi oleh Ajeng Putri Wulan Ayu, S.Pd., mengolah hidangan takoyaki.
”Anak-anak praktik secara langsung sehingga mereka bisa mengenal proses pembuatan makanan tersebut, bukan hanya mengetahui namanya,” terang Retno.
Salah satu siswi kelas V, Aisyah Ayudia Inara Jusuf, mengaku terkesan dengan sesi masak bersama tersebut. “Aku suka praktik memasak, seru sekali,” tuturnya.
Menumbuhkan Sikap Menghargai Keberagaman
Koordinator Guru Kelas V, Dian Permanasari, S.Sos., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian festival membaur budaya ini diakhiri pada pukul 11.30 WIB. Penutupan diisi dengan menyanyikan jingle Sekolah Kreatif, sesi foto bersama, serta menikmati hasil olahan kuliner secara bersama-sama.
”Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar bahasa Jepang, tetapi juga memperoleh kesempatan mengenal seni, musik, kerajinan, dan kuliner negara lain secara menyenangkan,” kata Dian.
Penyelenggaraan Bunka Shokai Festival ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar lintas budaya yang efektif, sekaligus menumbuhkan kepekaan siswa dalam menghargai keberagaman budaya dunia sejak dini. (Ahmad Mahmudi)





