
Surabaya, wartapoint — Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung kaku di dalam ruang kelas. Guna memberikan pemahaman yang lebih mendalam, SD Muhammadiyah 21 Surabaya mengajak para siswa kelas 5 mempraktikkan materi Teks Prosedur secara langsung melalui kegiatan Cooking Class, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan bertema “Masak Bersama Jadi Lebih Istimewa” ini diselenggarakan berkolaborasi dengan Ikatan Wali Murid (IKWAM) sekolah setempat. Dalam agenda tersebut, para siswa diajak mengolah menu populer Dimsum Mentai.
Aplikasikan Pembelajaran Bahasa Indonesia Bab 3
Kegiatan memasak ini dirancang sebagai implementasi nyata dari mata pelajaran Bahasa Indonesia Bab 3 mengenai Teks Prosedur. Melalui materi ini, siswa dituntut untuk memahami tujuan, penyediaan alat dan bahan, hingga urutan langkah-langkah kerja secara sistematis.
Melalui Cooking Class, konsep yang sebelumnya hanya dibaca di buku pelajaran dialihkan menjadi praktik konkret. Para siswa mengikuti setiap tahapan, mulai dari mengenali bahan baku, menyiapkan perlengkapan, mengikuti instruksi resep, hingga menyajikan hidangan siap santap.
Praktik ini diharapkan mampu mengasah kreativitas, ketelitian, kemandirian, serta pemahaman materi secara utuh pada diri siswa.
Wujud Sinergi Sekolah dan Orang Tua
Pelaksanaan acara ini juga menjadi momentum penguatan sinergi antara pihak sekolah dan orang tua murid. Ketua IKWAM SD Muhammadiyah 21 Surabaya, Mama Hasan, menyampaikan bahwa keterlibatan para orang tua merupakan bentuk dukungan penuh terhadap proses pendidikan anak.
”Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi anak-anak. Kami berharap mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari materi yang dipelajari, tetapi juga memperoleh keterampilan baru, belajar mandiri, bekerja sama, dan berani mencoba,” ujar Mama Hasan.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 21 Surabaya, Priyo Sasongko, M.Pd., menyambut positif hadirnya kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter dan akademik anak membutuhkan keterlibatan aktif dari lingkungan keluarga.
”Pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan sinergi yang baik dengan keluarga. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar secara langsung sehingga apa yang mereka pelajari di kelas tidak berhenti pada teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan nyata,” tuturnya.
Terapkan Prinsip Deep Learning
Rangkaian Cooking Class ini sejalan dengan konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan tiga prinsip utama: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Pihak sekolah berharap, kegiatan kontekstual semacam ini tidak sekadar melatih siswa membuat Dimsum Mentai, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti kerja sama tim, komunikasi, dan rasa tanggung jawab yang berguna bagi kehidupan mereka sehari-hari.
Penulis: Devi Falachiyah I, S.Pd.I
Editor: (yupan)





