
Sidoarjo, wartapoint – Program Studi Magister Inovasi Sistem dan Teknologi (S2 MIST) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menunjukkan komitmennya dalam menindaklanjuti empat pesan penting Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) sebagai langkah penguatan kualitas perguruan tinggi di Indonesia.
Komitmen tersebut semakin diperkuat melalui kegiatan kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., pada tanggal 16 Mei 2026 di Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Kedatangan Prof. Brian disambut langsung oleh Rektor beserta jajaran pimpinan universitas, Badan Pembina Harian (BPH) UMSIDA, para kepala unit, dekan, serta ketua program studi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Brian menyampaikan empat pesan penting bagi perguruan tinggi Indonesia.
Pesan Pertama: Belajar Budaya dan Karakter Unggul dari Jepang
Prof. Brian menyampaikan bahwa kampus perlu memfasilitasi kaprodi atau dosen berprestasi untuk belajar ke Jepang. Tujuannya bukan hanya mempelajari teknologi dan sistem pendidikan, tetapi juga memahami budaya disiplin, tanggung jawab, kerja keras, ketepatan waktu, dan budaya bersih yang menjadi kekuatan utama masyarakat Jepang. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam budaya akademik di perguruan tinggi Indonesia.
Pesan Kedua: Kampus Harus Mendukung Kenaikan Jabatan Akademik Dosen
Menurut Prof. Brian, salah satu ciri kampus maju adalah kampus yang aktif membantu dan memfasilitasi kenaikan jabatan fungsional dosennya. Kampus harus memiliki sistem yang mendukung dosen dalam pengurusan administrasi, publikasi ilmiah, hingga pengembangan kompetensi akademik. Dengan meningkatnya jabatan akademik dosen, maka kualitas institusi dan budaya akademik kampus juga akan semakin kuat.
Pesan Ketiga: Kampus Peduli Lingkungan Melalui Pengelolaan Sampah
Prof. Brian juga menekankan pentingnya budaya peduli lingkungan di lingkungan kampus. Perguruan tinggi diminta mulai menerapkan pemilahan dan pengolahan sampah secara baik dan berkelanjutan. Kampus diharapkan menjadi contoh dalam membangun budaya hidup bersih, mengurangi limbah, serta menghadirkan inovasi pengolahan sampah yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Pesan Keempat: Dosen sebagai Ujung Tombak Kemajuan Pendidikan Tinggi
Dalam arahannya, Prof. Brian menegaskan bahwa dosen merupakan ujung tombak Kementerian Diktisaintek. Oleh karena itu, dosen harus terus meningkatkan kualitas riset, publikasi ilmiah, inovasi, dan budaya akademik di lingkungan kampus. Dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai peneliti dan penggerak perubahan yang mampu menghasilkan solusi bagi masyarakat dan bangsa.

Kaprodi S2 MIST UMSIDA, Dr. Ir. Izza Anshory, ST., MT., menyampaikan bahwa pesan-pesan tersebut menjadi motivasi besar bagi Prodi S2 MIST UMSIDA untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan inovasi. “Kami berkomitmen memperkuat budaya riset, mendukung pengembangan jabatan akademik dosen, membangun budaya akademik yang unggul, serta menghadirkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui semangat tersebut, Prodi S2 MIST UMSIDA berharap dapat terus menjadi program studi yang adaptif, inovatif, dan unggul dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi Indonesia. (yupan)





