Semangat Kebangsaan dan Karakter Siswa MIM 25 Surabaya Ditempa Lewat Upacara Bendera

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Suasana Senin pagi di MI Muhammadiyah 25 (MIM 25) Surabaya diawali dengan kegiatan yang sarat makna. Usai berdoa bersama, seluruh siswa kelas 4 hingga 6 bergegas memadati halaman madrasah untuk mengikuti upacara bendera mingguan pada Senin (21/9/2026).

​Kegiatan rutin ini bukan sekadar formalitas, melainkan wadah nyata bagi para siswa untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini.

​Melatih Keberanian dan Amanah Petugas Upacara

​Pada kesempatan kali ini, sejumlah siswa kelas 4, 5, dan 6 dipercaya mengambil peran sebagai petugas upacara. Momen ini menjadi sarana belajar yang berharga untuk tampil percaya diri di hadapan teman-teman serta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

​Adzra (kelas 6) tampil sigap memimpin jalannya upacara sebagai Pemimpin Upacara, didampingi oleh Bihan, Gavin, dan Kevin dari kelas 4 yang bertugas sebagai Pemimpin Pasukan. Tugas pengibaran Sang Saka Merah Putih dijalankan dengan khidmat oleh trio siswa kelas 5, yakni Safea, Adeva, dan Ayasa.

​Kelancaran prosesi upacara juga didukung oleh peran siswa lainnya:

  • Irfan: Pembaca Teks Pancasila
  • Gibran: Ajudan Pembina Upacara
  • Diandra: Protokol / Pembawa Acara
  • Zizi: Pembaca Pembukaan UUD 1945
  • Aunatullah: Pembaca Janji Pelajar Muhammadiyah
  • Elda: Dirigen
  • Falin: Pembaca Doa

​Pesan Pembina: Kecerdasan Harus Sejalan dengan Adab

​Dalam amanatnya, Pembina Upacara, Ustadzah Rizky Rachmaniar, S.Pd., menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga adab dan akhlak mulia di atas kecerdasan akademis.

“Menjadi siswa yang cerdas perlu diimbangi dengan sikap rendah hati, menghargai orang lain, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” tutur Ustadzah Rizky di hadapan para peserta upacara.

​Pesan tersebut tecermin langsung dalam pembiasaan sederhana selama upacara: tepat waktu, berdiri rapi di dalam barisan, mendengarkan arahan dengan tertib, hingga menghargai rekan yang sedang bertugas.

​Sinergi dan Pembiasaan Karakter Berkelanjutan

​Perwakilan Bidang Kesiswaan MIM 25, Ustadzah Rohim Hasanah, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kelancaran dan ketertiban seluruh rangkaian kegiatan.

“Upacara hari ini terlaksana dengan baik. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk disiplin sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ungkapnya.

​Kelancaran acara pagi itu juga tak lepas dari kesiapan sarana dan prasarana yang disiapkan oleh Ustadz Imam, Ustadz Udin, dan Ustadz Wandi.

​Belajar dari Luar Buku Pelajaran

​Usai seluruh rangkaian upacara ditutup, para siswa kembali ke ruang kelas masing-masing untuk memulai aktivitas belajar-mengajar.

​Meski tampak sederhana, pengalaman berdiri di lapangan, memimpin barisan, hingga mengibarkan bendera menjadi proses pembelajaran karakter yang tidak selalu ditemukan di dalam lembar buku pelajaran. Di MIM 25 Surabaya, karakter anak dibentuk bukan dalam semalam, melainkan dipupuk dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang konsisten dijalankan setiap harinya. (Siti Islaha)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article