Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Monday, June 1, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Menguatkan Akar Ideologi dan Melejitkan Amal Usaha, Kunci TK Aisyiyah Gubeng Hadapi Tantangan Zaman

Must read

Surabaya, wartapoint – Sinergi antara fondasi pemikiran Islam yang kuat dan aksi nyata di lapangan menjadi kunci utama dalam memajukan institusi pendidikan modern. Prinsip keseimbangan inilah yang mendasari agenda Pembinaan Guru dan Karyawan Kelompok Bermain (KB) serta Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyiyah se-Cabang Gubeng.

​Bertempat di Jalan Mojo Kidul No. 3, Surabaya, kegiatan ini menghadirkan tokoh motivator Muhammadiyah, Ustaz Imam Sapari, S.HI., M.Pd., sebagai pemateri utama. Pembinaan ini dirancang untuk merefresh kembali semangat pengabdian para pendidik di lingkungan Aisyiyah.

​Guru Sebagai Panggilan Jiwa dan Media Dakwah

​Acara resmi dibuka pada pukul 13.00 WIB oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah Gubeng, Ibu Erniwati. Dalam sambutannya, Erniwati mengingatkan kembali khittah seorang pendidik dengan mengutip esensi dari lagu Mars Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA).

​”Menjadi seorang guru bukan sekadar profesi, melainkan sebuah panggilan jiwa bagi setiap pendidik untuk membentuk karakter generasi masa depan,” tutur Erniwati.

​Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Majelis PAUD Dasmen, Ibu Mulik, dalam sambutannya menekankan pentingnya nilai spiritual dalam mengajar. Ia berpesan agar seluruh guru menata niat dengan ikhlas, serta menjadikan aktivitas belajar-mengajar di sekolah sebagai media dakwah yang nyata di persyarikatan Aisyiyah.

​Menjaga Keseimbangan Antara “Akar” dan “Buah”

​Dalam sesi inti, Ustaz Imam Sapari memaparkan materi filosofis sekaligus praktis mengenai tema “Menguatkan Akar Ideologi, Melejitkan Kualitas Amal Usaha”. Menurutnya, konsep ini merupakan karakteristik khas dari gerakan organisasi kemasyarakatan Islam modern seperti Muhammadiyah dan Aisyiyah.

​Ustaz Imam membedah tema besar tersebut ke dalam dua pilar strategis:

​1. Menguatkan Akar Ideologi (The Foundation)

​Ideologi digambarkan sebagai kompas dan nilai dasar organisasi. Tanpa akar yang kuat, sebuah lembaga pendidikan akan mudah terombang-ambing oleh tren zaman atau kepentingan pragmatis yang sesaat.

  • Pondasi Nilai: Menanamkan pemahaman keagamaan yang murni, berkemajuan, dan moderat kepada seluruh guru dan karyawan.
  • Peneguhan Identitas: Memastikan setiap individu memahami garis perjuangan (khittah) dan visi besar organisasi.
  • Kaderisasi Berkelanjutan: Ideologi harus dirawat secara konsisten melalui pembinaan, diskusi, dan pelatihan formal yang terstruktur.

​2. Melejitkan Kualitas Amal Usaha (The Fruit)

​Amal usaha—dalam hal ini sekolah—adalah manifestasi atau buah nyata dari ideologi yang dianut. Sekolah yang berkualitas menjadi bukti bahwa ideologi tersebut hidup dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

  • Profesionalisme: Mengelola tata kelola sekolah dengan standar modern, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi.
  • Orientasi Pelayanan (Service Excellence): Menjadikan sekolah sebagai pusat keunggulan yang memberi manfaat nyata.
  • Inovasi: Berani melakukan terobosan baru dan responsif terhadap perkembangan teknologi agar tidak gagap zaman.

​Hubungan Timbal Balik: Menghindari Sekolah Kapitalis

​Di akhir paparannya, Ustaz Imam Sapari mengingatkan adanya hubungan timbal balik yang tidak boleh terputus antara ideologi dan amal usaha.

“Ideologi tanpa amal usaha hanya akan menjadi menara gading yang indah didengar secara teori tetapi tidak membumi. Sebaliknya, amal usaha tanpa ideologi akan kehilangan ruhnya. Sekolah hanya akan terjebak menjadi lembaga yang kapitalis atau sekadar komersial, kehilangan dimensi ibadah dan misi sosialnya,” tegasnya.

​Melalui pembinaan ini, diharapkan para pengelola, guru, dan karyawan KB/TK Aisyiyah di Cabang Gubeng dapat bekerja dengan etos kerja yang ikhlas sekaligus profesional. Ketika akar ideologi tertanam kuat, dedikasi yang diberikan tidak lagi dinilai dengan materi semata, melainkan menjelma menjadi bentuk ibadah yang akan melejitkan kualitas kualitas sekolah ke tingkat tertinggi. (Rinta)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article