Batu, wartapoint – Suasana haru, bahagia, dan semangat kebersamaan menyelimuti Hotel Selecta, Kota Batu, Malang. Sebanyak 117 siswa kelas VI MI Muhammadiyah 25 Surabaya berkumpul untuk merayakan akhir masa belajar mereka dalam kegiatan Rekreasi dan Pentas Seni Tahun Pelajaran 2025–2026 yang berlangsung pada 23–24 Mei 2026.
Mengusung tema “One Journey, A Million Memories”, agenda tahunan ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang hiburan lepas kenal, melainkan menjadi panggung pembuktian kreativitas dan ruang refleksi bagi para siswa setelah enam tahun menempuh pendidikan dasar.
Rombongan bertolak dari Surabaya pada Sabtu (23/5/2026) pagi pukul 06.00 WIB. Antusiasme dan canda tawa para siswa sudah terasa sejak perjalanan dimulai, membangun atmosfer kekeluargaan yang erat menjelang malam puncak acara.
Panggung Kreativitas Tanpa Batas
Malam puncak pentas seni dibuka secara resmi oleh Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ferry Rismawan. Acara kemudian diawali dengan penampilan tari pembuka oleh Attailah, siswi kelas 6C, yang sukses memukau seluruh hadirin.
Siswa dari kelas 6A hingga 6D secara bergantian unjuk bakat di atas panggung. Beragam pertunjukan ditampilkan dengan penuh percaya diri, mulai dari:
- Tari tradisional dan modern
- Pementasan drama dan musik
- Parade filsafat dan kreativitas kostum
- Penampilan teatrikal berbahasa Inggris dan Arab
Uniknya, tidak hanya siswa yang naik ke atas panggung. Para guru (ustadz dan ustadzah) serta karyawan madrasah turut memberikan kejutan dengan penampilan spontan yang menghibur dan kompak. Kemeriahan malam itu kemudian ditutup dengan sesi tukar kado dan foto bersama.
“Anak-anak tampil luar biasa,” ujar Ustadzah Fuadah, salah satu pengajar. “Persiapannya hanya sekitar dua hari, tetapi hasilnya sangat keren. Kreativitas mereka luar biasa. Tidak kalah menarik, penampilan ustadz dan ustadzah juga sangat menghibur meskipun dipersiapkan secara dadakan.“
Apresiasi senada juga datang dari Wali Kelas VI, Ustadz Imam, khususnya terkait pemutaran film pendek karya siswa menjelang akhir acara. Menurutnya, film tersebut berhasil menyampaikan pesan moral dan kesan mendalam mengenai dinamika belajar di madrasah.
Seksi Acara, Ustadzah Dinda, menambahkan bahwa ia bersyukur ide pembuatan film pendek tersebut dapat dieksekusi dengan sangat baik berkat kerja sama yang solid antara wali kelas dan para siswa.
Wejangan Kepala Madrasah dan Bekal “3T” Untuk Masa Depan
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Ferry Rismawan memilih menyampaikan pesan dan harapannya melalui untaian pantun yang santai namun sarat makna:
Naik sepeda di Kota Batu,
Singgah sebentar membeli roti.
Terus belajar dan maju selalu,
Gapailah cita-cita tinggi, setinggi langit di malam hari.
Bintang bersinar di langit malam,
Cahayanya indah menghiasi awan.
Walaupun kita berpisah,
Kenangan sekolah tetap di hati.
Ferry berpesan agar seluruh lulusan tidak berhenti mengembangkan kreativitas, menjaga akhlakul karimah, serta mempertahankan semangat berprestasi di jenjang pendidikan berikutnya.
Selain aspek kreativitas, penguatan karakter religius juga ditanamkan dalam kegiatan ini. Pada waktu subuh, seluruh peserta melaksanakan salat berjamaah yang dilanjutkan dengan kuliah subuh oleh Ustadz Aksar. Dalam tausiahnya, ia membekali para siswa dengan konsep “3T Sukses” sebagai pedoman hidup:
- Tholabul Ilmi (Mencari Ilmu): Semangat belajar yang sungguh-sungguh karena ilmu tidak dapat diraih secara instan.
- Ta’awun (Tolong-menolong): Kesadaran bahwa kesuksesan membutuhkan kolaborasi, kepedulian, dan saling mendukung dalam kebaikan.
- Tauhid (Mengesakan Allah): Selalu melibatkan dan mengesakan Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan.
Refleksi Angkatan Tangguh Era Pandemi
Menjelang akhir rangkaian acara, suasana berubah menjadi sentimentil dan penuh haru. Para siswa diajak kembali mengenang awal perjalanan mereka saat pertama kali masuk sekolah di kelas 1.
Sebagai angkatan yang mulai bersekolah di masa pandemi COVID-19, mereka sempat melewati fase keterbatasan; mulai dari pembelajaran daring di rumah, kewajiban memakai masker, hingga pembatasan jarak sosial. Namun, tantangan tersebut justru membentuk mereka menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, dan penuh prestasi saat mencapai kelas VI.
Kini, enam tahun perjalanan penuh dinamika tersebut telah bertransformasi menjadi jutaan kenangan indah. “One Journey, A Million Memories” pada akhirnya bukan sekadar slogan, melainkan potret nyata dari sebuah perjalanan panjang yang akan menjadi bekal berharga bagi para siswa MI Muhammadiyah 25 Surabaya menyongsong masa depan yang lebih gemilang. (Siti Islaha)





