Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, June 5, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Cerita 40 Tahun Tapak Suci Unair: Dirikan Rumah Lintas Generasi, Bukan Cuma Tempat Silat

Must read

Surabaya, wartapoint – Peringatan Milad ke-40 UKM Tapak Suci Universitas Airlangga (Unair) yang digelar di Aula Student Center Lantai 2 Kampus C Unair, Jumat (5/6) malam, berlangsung hangat. Momen empat dekade ini sukses menjadi ruang temu dan silaturahmi lintas generasi yang mempertemukan para pendiri, pelatih, alumni, hingga anggota aktif.

​Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya Pendekar Utama Hari Purnomo selaku pendiri UKM Tapak Suci Unair, Pendekar Utama Elok Koestantono selaku pelatih UKM, hingga Kapten Hadi dari TNI AD Kodam V/Brawijaya yang juga menyandang gelar Pendekar Utama Tapak Suci. Kehadiran puluhan alumni dari berbagai angkatan turut menambah keakraban suasana.

Menemukan Keluarga Baru di Tapak Suci

​Ketua UKM Tapak Suci Unair, Fauzan Syamsuddin, menyampaikan sambutan yang emosional sekaligus penuh haru di hadapan para hadirin. Bagi Fauzan, Tapak Suci telah memberikan ruang yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat mengasah kemampuan fisik.

​“Tapak Suci bukan hanya tempat berlatih silat. Di sini saya menemukan keluarga, sahabat, guru, dan banyak sosok yang mengajarkan arti perjuangan, persaudaraan, serta pengabdian,” kata Fauzan.

​Ia menambahkan, ketahanan UKM Tapak Suci Unair hingga mampu menginjak usia 40 tahun merupakan bukti nyata dari kuatnya fondasi kekeluargaan yang diwariskan oleh para pendahulu kepada generasi hari ini.

Kilas Balik dan Unjuk Jurus Spiritual

​Nostalgia juga diangkat oleh Pendekar Utama Hari Purnomo. Sebagai salah satu pendiri, ia mengenang kembali bagaimana masa-masa awal perjuangan merintis UKM ini di kampus Unair. Hari menitipkan pesan mendalam agar generasi penerus tidak memadamkan api semangat yang sudah menyala sejak empat dekade lalu.

​Suasana aula kian semarak saat Pendekar Utama Elok Koestantono naik ke panggung untuk memperagakan Jurus Seni Bela Diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Gerakan seni yang dibawakannya berhasil memukau para tamu undangan, sekaligus menegaskan identitas Tapak Suci yang tidak hanya fokus pada teknik fisik, tetapi juga keindahan gerak dan nilai-nilai spiritual.

​Bagi keluarga besar Tapak Suci Unair, perayaan milad ke-40 ini bukan sekadar ajang reuni dan melepas rindu. Momen ini menjadi ruang refleksi panjang atas kontribusi organisasi dalam mencetak kader, atlet, hingga jajaran pemimpin di berbagai bidang.

​Berbekal semangat persaudaraan dan nilai-nilai keislaman, mereka optimistis menatap masa depan untuk terus melahirkan generasi yang tangguh, berakhlak mulia, dan berprestasi.

​(Azrohal Hasan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article