Surabaya, wartapoint – Lantai 2 BG Junction Mall Surabaya yang biasanya bising oleh hiruk-pikuk pusat perbelanjaan, mendadak berubah khidmat dan diselimuti suasana haru pada Rabu (10/6/2026).
SD Muhammadiyah 26 (M26) Surabaya sukses menggelar agenda akbar Haflah Tahfidzil Qur’an ke-5 dan Haflah Takhtim Al-Qur’an ke-3 Tahun Ajaran 2025/2026. Momen ini menjadi pembuktian nyata bahwa di tengah gempuran eksposur media sosial dan digitalisasi, generasi muda perkotaan masih mampu menjadi penjaga kalam ilahi.
Pada tahun ini, sekolah dasar yang berbasis di Surabaya tersebut resmi mewisuda total 77 siswa dengan rincian capaian sebagai berikut:
- 45 siswa lulus Ujian Tahfidzil Qur’an.
- 24 siswa sukses menuntaskan Ujian Takhtim Al-Qur’an.
- 8 siswa berhasil menyabet dua kelulusan sekaligus (double degree), yakni Ujian Tahfidz dan Takhtim.
Isak Tangis dan Mahkota Surga
Isak tangis bahagia tak terbendung dari para wali murid yang hadir. Di bawah sorot lampu panggung, mereka menyaksikan langsung putra-putri mereka dikukuhkan. Perjuangan panjang melawan kantuk di sepertiga malam, disiplin menyetor hafalan, serta keistiqamahan di tengah padatnya jadwal sekolah, akhirnya terbayar tuntas.
“Alhamdulillah, saya sangat senang bisa mengikuti wisuda Tahfidz Al-Qur’an ini. Semoga saya dapat terus menjaga hafalan dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tutur salah satu wisudawan.
Keberhasilan ini memantik apresiasi tinggi dari Kepala Cabang Tilawati Surabaya, Faiz Al-Ayyubi, S.Th.I., M.Pd. Ia menegaskan bahwa prestasi ini adalah buah dari konsep golden triangle (segitiga emas) pendidikan yang harmonis.
”Keberhasilan para siswa merupakan hasil sinergi luar biasa antara kerja keras anak-anak, doa tanpa putus serta dukungan orang tua, hingga bimbingan para ustaz dan ustazah yang dengan penuh kesabaran mendampingi setiap prosesnya,” ungkap Faiz.
Al-Qur’an sebagai Benteng Generasi Gen-Z dan Alpha
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Yunita Puspitasari, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Selain menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak, Yunita memberikan wejangan tajam yang sangat relevan dengan realitas hari ini.
Di hadapan para wisudawan, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar anak-anak zaman sekarang bukan lagi sekadar menghafal, melainkan menjaga moral di dunia maya.
”Selamat kepada seluruh wisudawan. Semoga ananda senantiasa menjaga hafalan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an. Namun ingat, di era digital ini, manfaatkanlah teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Jadikan Al-Qur’an sebagai filter dan benteng utama kalian,” tegas Yunita.
Acara yang berlangsung megah namun khusyuk ini ditutup dengan doa bersama. Harapan besar disematkan agar puluhan wisudawan ini tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang tangguh, adaptif terhadap perkembangan zaman, unggul dalam prestasi akademik, sekaligus tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas hidup utama. (yupan)





