Surabaya, wartapoint – Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti Ballroom Kaza, Jumat (12/6/2026). SD Muhammadiyah 17 (SD Mujitu) Surabaya menggelar agenda tahunan Akhirussanah ke-47 untuk Academic Session 2025/2026. Mengusung tema yang sarat makna, “Dream, Believe, Achieve” (Bermimpi Besar untuk Mencapai Tujuan), prosesi wisuda tahun ini meluluskan sebanyak 35 siswa kelas 6 dengan capaian yang luar biasa.
Kepala SD Muhammadiyah 17 Surabaya, Ustadz A. Munhamir, M.Pd., dalam sambutannya tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia dan bangganya. Di hadapan para wali murid, guru, dan tamu undangan, ia menyampaikan bahwa hari ini adalah tonggak sejarah baru bagi SD Mujitu.
”Kami melihat wajah-wajah penuh semangat dan gembira. Anak-anak kita ini sebagian besar sudah menempuh munaqosah, baik itu Juz 30 maupun Juz 29. Kami sangat bangga dengan kalian semua,” ungkapnya.
Menjawab Keraguan Masa Depan Generasi Bangsa
Di tengah maraknya persepsi negatif sebagian masyarakat di luar sana mengenai masa depan generasi muda Indonesia, Ustadz Munhamir justru optimis menatap masa depan. Ia menegaskan bahwa anak-anak yang diwisuda hari ini adalah calon pemimpin masa depan yang siap membawa perubahan.
”Hari ini saya sangat berbahagia dan patut berbangga. Di saat banyak orang memiliki persepsi yang kurang baik tentang masa depan generasi Indonesia, panjenengan semua (Bapak/Ibu wali murid) akan melihat anak-anak yang insyaAllah akan sukses di masa yang akan datang. Kalian adalah the next generation of Islam,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa tahun 2030 akan menjadi tonggak sejarah baru bagi peradaban Islam di tengah perubahan dunia yang masif.
Pesan Penting: Jaga Shalat dan Hormati Orang Tua
Kepada para lulusan, Ustadz Munhamir berpesan agar tidak cepat berpuas diri. Wisuda ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan panjang kehidupan mereka yang sesungguhnya. Ia menitipkan dua pesan kunci untuk menghadapi tantangan zaman yang berubah sangat cepat:
- Jangan Pernah Meninggalkan Shalat: “Tidak ada satu kesuksesan dalam kehidupan ini melainkan karena kedekatan kalian kepada Allah SWT. Shalat jangan sampai dilupakan. Di mana pun dan dalam kondisi apa pun, kalian harus senantiasa melaksanakan shalat lima waktu.”
- Berbakti kepada Orang Tua: ia mengingatkan bahwa perjuangan ayah dan bunda adalah keramat kehidupan. Tanpa doa dan pengorbanan orang tua, mustahil anak-anak bisa mencapai titik membanggakan seperti saat ini.
Prestasi Membanggakan di Tingkat Kecamatan
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Munhamir juga membeberkan capaian nilai asesmen (TKA) siswa-siswi SD Mujitu yang sangat memuaskan di tingkat Kecamatan Simokerto.
”Nilai TKA anak-anak cukup membanggakan di Kecamatan Simokerto. Jika di tempat lain mungkin masih ada nilai 11 atau 13, di tempat kami insyaAllah tidak ada. Bahkan beberapa anak mencapai nilai yang sangat bagus; Matematika ada yang mencapai nilai 96, dan Bahasa Indonesia mencapai nilai 90,” paparnya.
Apresiasi dan Permohonan Maaf
Menutup sambutannya, Ustadz Munhamir menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh wali murid yang luar biasa dalam mendukung program sekolah, para ustadz-ustadzah yang tulus mendampingi siswa, serta Majelis Dikdasmen yang selalu mendukung penuh setiap kegiatan sekolah.
”Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyajian acara maupun fasilitas tempat di Ballroom Kaza terdapat hal-hal yang kurang berkenan bagi para undangan,” pungkasnya. (yupan)





