Surabaya, wartapoint – Suasana haru dan khidmat menyelimuti ruang pertemuan Hotel Khas Surabaya pada Sabtu (13/6/2026). Air mata bahagia tidak membendung dari wajah para wali murid saat menyaksikan putra-putri mereka mengikuti prosesi Wisuda Tahfidz dan Haflah Akhirusanah TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 55 Surabaya.
Acara kelulusan tahun ini mengangkat tema yang menyentuh hati, yakni “Mahkota Cahaya untuk Ayah dan Bunda”. Sebanyak 32 siswa dinyatakan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar.
Rangkaian agenda diawali dengan prosesi wisuda tahfidz yang berlangsung penuh kesakralan. Momen paling mengharukan terjadi saat para wisudawan cilik berjalan mendekati orang tua mereka. Dengan jemari kecilnya, mereka menyematkan mahkota dan samir (kalung wisuda) kepada ayah dan bunda sebagai simbol bakat, cinta, serta dedikasi dalam menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an sejak usia dini.
Unjuk Kreativitas dan Penampilan Seni
Tidak hanya diwarnai prosesi formal yang sakral, acara kelulusan ini juga disemarakkan oleh panggung kreativitas seni. Para siswa tampil percaya diri menunjukkan bakat mereka melalui berbagai penampilan, mulai dari gerak dan lagu, peragaan busana (fashion show), seni tari, hingga menyanyi bersama.
Agenda penting bagi tumbuh kembang anak ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah setempat.
Tampak hadir di antaranya Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran, Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kenjeran, perwakilan Majelis Pauddasmen, jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bulak Banteng Wetan, serta seluruh Kepala Kelompok Bermain (KB) ‘Aisyiyah se-Cabang Kenjeran.
Pesan dan Harapan untuk Masa Depan
Kepala TK ABA 55 Surabaya, Indah, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam sekaligus menitipkan harapan besar bagi masa depan para lulusan yang akan meninggalkan bangku taman kanak-kanak.
”Harapan kami untuk anak-anakku tercinta, teruslah rajin belajar, hormati kedua orang tua dan guru, sayangi teman-teman, serta jangan pernah berhenti menggapai cita-cita,” tutur Indah penuh harap.
Beliau juga berpesan agar nilai-nilai agama yang telah diajarkan di sekolah dapat terus dijaga. “Jadilah generasi yang berilmu, beriman, dan membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Semoga ilmu dan kebiasaan baik yang telah ditanamkan di TK Aisyiyah 55 menjadi bekal yang berharga dalam kehidupan kalian di masa depan,” tambah Indah.
Ungkapan Polos Berpisah dengan Sahabat
Sisi emosional anak-anak juga tergambar lewat ungkapan polos yang disampaikan oleh perwakilan siswa, Felota Putri. Bocah yang akrab disapa Felo ini mengaku menyimpan rasa bahagia sekaligus kesedihan mendalam karena harus berpisah dengan lingkungan sekolah lamanya.
”Senang rasanya, alhamdulillah aku lulus. Tapi aku juga sedih karena habis ini tidak ketemu teman-teman dan adik-adik kelas lagi, terutama adik kesayanganku, Rizwa,” ungkap Felo jujur.
Acara kelulusan yang berkesan ini akhirnya ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesuksesan anak-anak di jenjang berikutnya. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto dokumentasi bersama antara jajaran guru, wali murid, dan para wisudawan yang membawa pulang kenangan indah masa kecil mereka. (Fu’adah)





