spot_img
Friday, July 3, 2026
spot_img
spot_img

Dihadiri 1.500 Jemaah, Kajian Ahad Pagi PCM Bubutan Gaungkan Semangat Hijrah Umat Bermarwah

Must read

Surabaya, wartapoint – Sepanjang Jalan Dupak Jaya V, Surabaya, mendadak berubah menjadi lautan manusia pada Ahad pagi (28/6/2026). Sedikitnya 1.500 jemaah dan simpatisan Muhammadiyah memadati area luar ruangan untuk mengikuti agenda Kajian Pencerah Ahad Pagi.

​Sinergi apik antara Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bubutan ini berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari masyarakat lintas wilayah.

​Acara yang mengusung tema “Dengan Semangat Hijrah Mewujudkan Hidup Umat Bermarwah” ini menghadirkan tokoh nasional sekaligus Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2005–2015, Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, MA., Ph.D. sebagai pembicara utama.

​Fondasi Dakwah Dimulai dari Akar Rumput

​Dalam sambutannya selaku tuan rumah, Ketua PCM Bubutan Surabaya, Siswojo, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran ribuan jemaah yang membludak memadati lokasi acara. Siswojo menegaskan bahwa momentum kehadiran Din Syamsuddin di tengah warga Bubutan harus menjadi pelecut semangat untuk terus menggerakkan roda organisasi.

​”Kehadiran ribuan jemaah hari ini, serta rawuhnya Bapak Din Syamsuddin, adalah bukti bahwa denyut nadi dakwah di tingkat cabang dan ranting masih sangat kuat. Semangat inilah yang melandasi gerakan kita di PCM Bubutan untuk terus menebar manfaat bagi umat,” ujarnya.

​Langkah kolaboratif antara PDM Surabaya dan PCM Bubutan dalam menyelenggarakan pengajian di ruang publik seperti Jalan Dupak Jaya V ini dinilai sukses mendekatkan syiar Islam yang mencerahkan langsung ke jantung aktivitas masyarakat.

​Esensi Hijrah dan Kolektivitas Organisasi

​Menyambung tema utama mengenai hijrah yang bermarwah, Din Syamsuddin dalam taushiyahnya mengingatkan jemaah bahwa hijrah tidak boleh dimaknai secara sempit hanya sebatas perpindahan fisik.

​”Perpindahan fisik atau diaspora itu adalah sunnatullah, sesuatu yang wajar terjadi. Namun, esensi hijrah yang sesungguhnya adalah komitmen perubahan dari diri sendiri maupun kelompok untuk menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” urai Din Syamsuddin.

​Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut kemudian mengutip hadits Nabi Muhammad SAW mengenai kerugian bagi orang yang hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin, serta menukil Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d ayat 11 tentang pentingnya perubahan kolektif yang dimulai dari transformasi internal suatu kaum.

​Di samping itu, Din Syamsuddin memberikan pujian khusus kepada jajaran pengurus PCM Bubutan atas militansi dakwah mereka yang mampu menghadirkan salah satu jemaah pengajian terpanjang yang pernah ia hadiri. Ia kelakar sekaligus mengingatkan pentingnya peran pengurus akar rumput.

​”Ranting itu penting. Ranting yang aktif akan membuat Cabang berkembang, begitu pula PDM di tingkat kota. Maka dari itu, yang masuk surga duluan adalah orang-orang di Ranting. Cabang belakangan, apalagi PDM, PWM, dan PP,” seloroh Din Syamsuddin yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan gemuruh dari 1.500-an jemaah yang hadir.

​Agenda besar yang menutup akhir pekan di kawasan Bubutan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, diikuti sesi ramah tamah yang merekatkan tali silaturahmi antarwarga Muhammadiyah se-Kota Surabaya. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article