Surabaya, wartapoint — Pekikan riuh dan tepuk tangan hangat dari ratusan orang tua menyambut langkah tegap anak-anak usia dini yang berbaris rapi memasuki ruangan. Hari itu, Minggu (28/6/2026), menjadi tonggak sejarah kecil namun krusial bagi puluhan siswa Kelompok Bermain (KB) Aisyiyah 29 dan Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyiyah 69 Surabaya. Dalam prosesi wisuda yang digelar di EXCOTEL Design Hotel Surabaya, mereka bersiap melangkah ke jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi dengan modal karakter Islami dan kemandirian.
Acara yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 12.00 WIB ini dikemas dalam tema lepas kenang yang memadukan kedisiplinan, tradisi, dan nilai spiritual. Dimulai dengan prosesi kirab yang khidmat, para wisudawan dan wisudawati berjalan anggun diiringi oleh ketukan ritmis korps drumband dari siswa kelas TK A. Penampilan adik-adik kelas mereka tersebut tidak sekadar menjadi musik pengiring, melainkan simbol estafet kepemimpinan dan rasa percaya diri yang ditanamkan sejak usia dini.
Selepas prosesi kirab, suasana haru dan bangga kian terasa saat memasuki agenda inti, yaitu Wisuda KB Aisyiyah 29 dan Wisuda TK Aisyiyah 69. Salah satu momentum yang paling menyedot perhatian adalah Wisuda Tahfidz Juz 30 yang dikhususkan bagi siswa TK Aisyiyah 69. Di usia yang masih sangat muda, anak-anak ini mampu melafalkan dan menjaga hafalan juz terakhir Al-Qur’an tersebut dengan fasih. Program ini sekaligus menegaskan komitmen lembaga pendidikan di bawah naungan Aisyiyah untuk membentuk generasi yang kokoh secara spiritual di tengah tantangan zaman modern.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan ditampilkannya beragam bakat dan kreativitas para siswa di atas panggung. Pihak sekolah tampak serius dalam memberikan ruang aktualisasi diri bagi anak-anak. Hal ini tecermin dari keragaman seni yang dibawakan, mulai dari aspek kedaerahan hingga ketangkasan fisik. Seni tari tradisional diwakili lewat penampilan Tari Bajul Ijo dan Tari Tanjung Perak yang dinamis, mencerminkan identitas kultural khas Kota Surabaya.
Tidak hanya seni tari, harmonisasi musik angklung yang dibawakan secara berkelompok melatih aspek kerja sama dan konsentrasi anak. Sementara itu, atraksi dari cabang olahraga Pencak Silat Tapak Suci menunjukkan sisi ketangkasan, disiplin, dan keberanian fisik yang telah diasah selama mereka belajar di sekolah. Suasana haru memuncak saat para lulusan menyanyikan lagu persembahan secara serempak yang ditujukan khusus untuk para guru dan ibu (mama) mereka.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Farid Firmansyah, M.Psi, selaku perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rungkut. Dalam sambutannya, Farid menekankan pentingnya sinergi yang harmonis antara institusi pendidikan formal dan lingkungan keluarga guna mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
”Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anak-anak yang hari ini diwisuda. Semoga ilmu, akhlak, dan nilai-nilai Al-Islam yang telah ditanamkan menjadi bekal untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Terima kasih kepada para guru dan orang tua yang telah membersamai proses tumbuh kembang anak-anak dengan penuh kesabaran dan keikhlasan,” tutur Farid.
Sebagai bentuk penghormatan dan ekspresi rasa syukur atas dedikasi tanpa pamrih para pendidik, acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan secara simbolis dari perwakilan wali murid kepada jajaran guru serta karyawan KB Aisyiyah 29 dan TK Aisyiyah 69. Bingkisan tersebut menjadi simbol apresiasi mendalam atas kesabaran, kasih sayang, dan pengabdian yang diberikan dalam membimbing anak-anak selama masa-masa emas usia dini mereka.
Melalui momentum lepas kenang ini, KB Aisyiyah 29 dan TK Aisyiyah 69 menaruh harapan besar agar seluruh alumni dapat meneruskan langkah ke sekolah dasar dengan api semangat belajar yang tetap menyala. Di balik kemeriahan dan tangis haru perpisahan, acara ini menjadi sebuah refleksi esensial bahwa selesainya satu fase pendidikan bukanlah akhir, melainkan gerbang awal menuju bentangan masa depan yang lebih cerah, cerdas, dan berkarakter. (Ahsan/yupan)





