spot_img
Friday, July 3, 2026
spot_img
spot_img

Hari Bhayangkara ke-80: Ungkap Kasus Internasional hingga Joki UTBK, AKBP Edy Herwiyanto Borong 6 Penghargaan

Must read

Surabaya, wartapoint — Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum pembuktian kualitas kepemimpinan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Dr. Edy Herwiyanto, S.H., M.H., M.Kn. Di bawah arahannya, Satreskrim Polrestabes Surabaya dinilai berhasil menunjukkan respons cepat dalam mengungkap berbagai tindak pidana menonjol, mulai dari kejahatan konvensional hingga kejahatan transnasional yang kompleks.

​Atas capaian tersebut, AKBP Edy menerima enam penghargaan prestisius sekaligus dari Kapolrestabes Surabaya. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas profesionalisme dan keberhasilan korps reserse dalam mengusut tuntas sejumlah perkara strategis yang berdampak luas bagi masyarakat.

​Dari Skimming Internasional hingga Joki Kampus Negeri

​Enam penghargaan yang diborong oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya mencakup berbagai pengungkapan kasus besar yang sempat menyita perhatian publik, antara lain:

  1. Jaringan Skimming Internasional: Kasus kejahatan siber lintas negara dengan korban ribuan warga negara Jepang.
  2. Penculikan Lansia: Kasus penculikan dan perampasan kemerdekaan terhadap korban berusia 80 tahun dengan kerugian mencapai Rp2,9 miliar.
  3. Praktik Perjokian UTBK-SNBT: Pembongkaran jaringan joki ujian masuk di Universitas Negeri Surabaya yang telah berlangsung bertahun-tahun.
  4. Pembunuhan Darmo Satelit: Pengungkapan kasus pembunuhan petugas keamanan yang diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam.
  5. Pembunuhan di Simokerto: Penanganan kasus pembunuhan secara cepat dan terukur.
  6. Penjambretan Maut: Pengungkapan kasus penjambretan jalanan yang menewaskan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

​Salah satu kasus yang paling menonjol adalah pembongkaran sindikat skimming internasional. Lewat dukungan forensik digital serta koordinasi intensif bersama aparat penegak hukum Jepang dan China, polisi berhasil mengamankan 42 tersangka warga negara asing (WNA)—terdiri dari 38 WNA China dan 4 WNA Jepang.

“Korban dari kasus ini mencapai ribuan orang. Ini merupakan kejahatan transnasional yang membutuhkan kerja sama lintas negara dan sampai saat ini masih terus kami kembangkan,” ujar AKBP Edy.

​Komitmen Hukum yang Berkeadilan

​Menanggapi apresiasi besar ini, AKBP Edy menegaskan bahwa seluruh penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja keras kolektif seluruh personel Satreskrim Polrestabes Surabaya yang bekerja siang dan malam.

​Ia juga menambahkan bahwa penegakan hukum tidak boleh hanya diukur dari kuantitas angka pengungkapan kasus, melainkan harus mengedepankan kualitas penyidikan dan rasa keadilan.

​”Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang Presisi, menghadirkan polisi yang humanis, serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Penegakan hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tegas Edy sejalan dengan tema Hari Bhayangkara ke-80, “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.

​Apresiasi dari Kapolrestabes Surabaya

​Keberhasilan jajaran Satreskrim ini turut menuai pujian langsung dari Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si. Menurutnya, prestasi ini mencerminkan sistem kerja solid, responsif, dan modern yang berhasil dibangun oleh AKBP Edy.

​“Saya merasa bangga atas kinerja AKBP Edy Herwiyanto beserta seluruh anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya. Berbagai penghargaan yang diterima ini adalah hasil dari kerja keras, dedikasi, dan komitmen yang terus dijaga,” tutur Kombes Pol. Luthfie.

​Melalui transformasi ini, Satreskrim Polrestabes Surabaya di bawah nakhoda AKBP Edy Herwiyanto terus membuktikan diri sebagai satuan reserse modern yang mampu menjawab tantangan zaman dan menjaga kepercayaan publik. (Armand)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article