spot_img
Friday, July 3, 2026
spot_img
spot_img

Mengisi Libur Sekolah, Siswa Diajak Mengasah Akhlak dan Kreativitas Melalui Program Kreatif

Must read

Surabaya, wartapoint — Masa libur sekolah tidak menjadi alasan untuk menghentikan proses pembelajaran bagi peserta didik. Guna memanfaatkan momentum peralihan tahun ajaran ini dengan aktivitas produktif, SMP Muhammadiyah 13 Surabaya (Spemgalas) meluncurkan dua program unggulan sekaligus, yakni Islamic Camp dan Holiday Care. Keduanya dirancang sebagai ruang edukatif yang menyenangkan demi memperkuat pembentukan karakter, moralitas, serta kemandirian siswa sejak dini.

​Kedua program tersebut dipusatkan di Kampus 1 SMP Muhammadiyah 13 Surabaya dengan segmentasi peserta yang berbeda. Program Islamic Camp telah berlangsung pada 22–30 Juni 2026 yang dikhususkan bagi siswa kelas VIII dan IX internal sekolah yang memenuhi kriteria. Sementara itu, program Holiday Care berjalan pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026 dan dibuka secara umum untuk anak-anak mulai dari kelas III SD hingga kelas IX SMP.

​Kepala SMP Muhammadiyah 13 Surabaya, Sofyanda, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari komitmen sekolah untuk tetap menghadirkan lingkungan tumbuh kembang yang positif, bahkan di luar hari efektif belajar formal. Langkah ini sekaligus menjawab tantangan para orang tua yang kerap menghadapi kendala dalam mengarahkan aktivitas anak selama liburan panjang agar terhindar dari dampak negatif ketergantungan gawai (gadget).

​Penguatan Fondasi Spiritual

​Program Islamic Camp menitikberatkan pada penyempurnaan aspek spiritual dan pembenahan moralitas siswa. Selama program, siswa dibimbing intensif untuk menuntaskan kemampuan dasar ibadah harian yang meliputi ketepatan bacaan dan gerakan salat, tata cara wudu, hingga zikir. Selain itu, aspek penanaman adab dan sopan santun terhadap Allah, orang tua, guru, teman sebaya, serta lingkungan sekitar menjadi materi inti.

​Untuk mengoptimalkan efektivitasnya, kelas dalam Islamic Camp dibagi menjadi dua fokus utama, yakni Kelas Ibadah dan Kelas Akhlak. Pembagian ini memungkinkan para pendamping melakukan pendekatan yang lebih personal dan terukur sesuai kebutuhan dasar masing-masing siswa melalui praktik langsung dan pembiasaan.

​Eksplorasi Keterampilan Praktis

​Sementara itu, Holiday Care menawarkan pendekatan yang berbeda melalui eksplorasi minat, bakat, dan kreativitas psikomotorik anak. Berbagai materi keterampilan praktis (life skill) diberikan secara interaktif, mulai dari kelas memasak (cooking class), pengenalan robotika (robotic), pembuatan kerajinan tangan (handycraft), permainan edukatif, hingga metode belajar luar ruangan (outing class).

“Kami ingin sekolah menjadi tempat yang selalu hidup dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Melalui Islamic Camp dan Holiday Care, anak-anak tetap belajar, beribadah, berkarya, dan mengembangkan potensi dirinya dalam suasana yang menyenangkan. Ini adalah kontribusi kami dalam melahirkan generasi Islami yang unggul,” ujar Sofyanda.

​Melalui integrasi pembinaan spiritual dan pengasahan kreativitas praktis ini, masa liburan sekolah diharapkan berubah menjadi momentum transisi yang berharga. Pola pendidikan nonformal seperti ini tidak sekadar memberikan penyegaran psikologis bagi anak, tetapi juga melatih kemampuan bersosialisasi dan kemandirian yang krusial untuk menghadapi tantangan jenjang pendidikan berikutnya. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article