Buka Musyker di Karimunjawa, M. Ridlwan Tekankan Tiga Fondasi Utama Kemajuan Sekolah Muhammadiyah Surabaya

Must read

- Advertisement -

Karimunjawa, wartapoint – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya resmi menggelar Musyawarah Kerja (Musyker) Periode 2026–2028 pada Jumat (3/7/2026). Pertemuan strategis yang berlangsung di Pendopo Restoran Amora, Jepara, ini ditujukan untuk menyatukan visi, menyusun langkah taktis, serta memperkuat komitmen dalam memajukan kualitas pendidikan dasar Muhammadiyah di Kota Pahlawan.

​Musyker kali ini mengusung tema “Bersama, Maju, Menginspirasi, Menjemput Rahmat Ilahi.” Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti jalannya diskusi antarkepala sekolah di tengah ketenangan malam kawasan pesisir tersebut.

​Acara secara resmi dibuka oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd. Dalam pidato pengarahannya, Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya tersebut menekankan bahwa kepala sekolah tidak boleh hanya terjebak pada peran-peran administratif. Sebaliknya, mereka dituntut menjadi pemimpin visioner yang mampu menggerakkan perubahan nyata di lembaga yang dipimpinnya.

​M. Ridlwan memaparkan tiga fondasi utama yang wajib dimiliki oleh organisasi dan lembaga pendidikan Muhammadiyah agar dapat terus tumbuh, unggul, dan relevan dengan tantangan zaman.

​1. Kepemimpinan yang Bertakwa, Visioner, dan Profesional

​Fondasi pertama berfokus pada kualitas figur pemimpin. M. Ridlwan menegaskan bahwa para kepala sekolah Muhammadiyah harus menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai kompas utama dalam merumuskan setiap kebijakan.

​Meski demikian, aspek spiritual tersebut juga harus diimbangi dengan profesionalisme dan keberanian berinovasi. Pemimpin masa kini harus berani keluar dari zona nyaman guna melahirkan program-program unggulan yang kompetitif.

​”Kepemimpinan bukan sekadar melanjutkan apa yang sudah ada, tetapi menghadirkan lompatan-lompatan baru yang memberi manfaat lebih besar,” ujar M. Ridlwan.

​2. Penguatan Sistem Organisasi yang Terstruktur

​Fondasi kedua adalah kepatuhan terhadap sistem. Muhammadiyah, sebagai organisasi yang matang, telah memiliki regulasi dan tata kelola baku yang disesuaikan dengan perkembangan era.

​Oleh karena itu, M. Ridlwan mengingatkan agar setiap dinamika dan permasalahan yang muncul di sekolah diselesaikan melalui mekanisme institusional, bukan atas dasar kepentingan atau kebijakan personal.

​”Kalau ada masalah, kembalikan kepada sistem. Organisasi akan tetap kokoh apabila semua berjalan sesuai aturan,” tegasnya.

​3. Merawat Ukhuwah dan Semangat Gotong Royong

​Fondasi ketiga yang tidak kalah krusial adalah menjaga soliditas antar-sekolah. Kekuatan utama Muhammadiyah dinilai terletak pada kultur saling membantu (ta’awun). Salah satu implementasi nyata dari semangat ini adalah optimalisasi peran Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Muhammadiyah.

​Lembaga keuangan mikro ini telah terbukti membantu banyak sekolah Muhammadiyah di Surabaya dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan dan akselerasi pengembangan infrastruktur lembaga. PDM Surabaya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan dan manfaat dari layanan gotong royong ini.

​Pengesahan Program Kerja

​Selepas pemaparan prinsip-prinsip strategis tersebut, agenda Musyker dilanjutkan dengan penandatanganan dan pengesahan program kerja K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya untuk tahun kerja 2026–2027. Pengesahan dilakukan langsung oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal PDM Kota Surabaya, Dikky Shodqomullah, M.Hes.

​Melalui Musyker di Karimunjawa ini, K3S SD/MI Muhammadiyah Surabaya berharap seluruh poin kesepakatan tidak sekadar menjadi cetak biru di atas kertas. Implementasi nyata di lapangan diharapkan mampu melahirkan generasi didik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga kokoh secara akhlak untuk menginspirasi kemajuan peradaban. (Abi Saffa/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article