Surabaya, wartapoint – Ratusan jamaah yang didominasi oleh kalangan ibu-ibu memadati Masjid Baitul Jamil di Perumahan Taman Manyar Indah, Surabaya, dalam rangka Pengajian Rutin Ahad Pagi, Ahad (12/7/2026). Kajian yang menghadirkan Ustadz Muchamad Arifin ini menyoroti krusialnya peran keluarga dalam membendung tiga ancaman besar generasi saat ini: narkoba, judi online, dan penyimpangan perilaku (LGBT).
Memanfaatkan dukungan teknologi multimedia, pemaparan materi visual di dalam masjid membuat suasana kajian berlangsung interaktif dan khidmat. Para jamaah tampak khusyuk menyimak setiap poin bahaya sosial yang dipaparkan sejak awal hingga akhir acara.
Dalam tausiahnya, Ustadz Muchamad Arifin menegaskan bahwa seorang ibu merupakan sosok sentral sekaligus benteng pertahanan pertama dalam menjaga akidah, moral, serta masa depan anak. Tantangan pengasuhan di era digital saat ini diakui jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya.
Alarm Keras Kasus 3,3 Ton Narkoba di Gresik
Secara khusus, Ustadz Muchamad Arifin mengingatkan jamaah mengenai kasus terungkapnya penyelundupan sekitar 3,3 ton narkotika di Gresik pada 2 Juli 2026 lalu. Menurutnya, angka fantastis tersebut harus menjadi alarm keras bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya di Jawa Timur.
”Peristiwa (di Gresik) itu menunjukkan bahwa Indonesia sedang menghadapi ancaman darurat narkotika yang sangat nyata. Narkoba tidak hanya merusak fisik dan kesehatan, tetapi menghancurkan akhlak, memutus cita-cita, dan merusak keharmonisan keluarga,” ujar Arifin.
Ia meminta para orang tua untuk tidak lengah sedikit pun dalam mengawasi aktivitas anak di luar rumah. Rumah harus dikembalikan fungsinya sebagai madrasah utama yang dipenuhi pendidikan agama dan kasih sayang.
Ancaman Laten Judi Online dan Penyimpangan Perilaku
Selain zat adiktif, sorotan tajam juga diarahkan pada maraknya judi online yang kini kian masif menyusup melalui telepon genggam. Arifin memaparkan, banyak keharmonisan rumah tangga yang hancur berantakan dipicu oleh kecanduan judi daring ini.
- Dampak Finansial dan Kriminal: Pelaku judi online kerap terjebak lingkaran utang, yang pada akhirnya memicu tindakan kriminalitas akibat hilangnya logika sehat.
- Solusi Pengawasan Gawai: Orang tua diimbau meningkatkan literasi digital dan memperketat pengawasan penggunaan gawai pada anak, sembari menanamkan konsep rezeki halal.
Di sisi lain, penguatan akidah dinilai menjadi tameng mutlak untuk menghadapi arus pemikiran destruktif seperti fenomena LGBT yang bertentangan dengan fitrah dan nilai-nilai Islam.
“Jangan sampai kita baru tersadar ketika anak-anak kita sudah menjadi korban. Pencegahan sejak dini jauh lebih baik daripada penyesalan di kemudian hari. Selamatkan generasi kita mulai dari rumah kita sendiri,” tegas Arifin.
Masjid sebagai Pusat Ketahanan Keluarga
Kajian yang berlangsung intensif selama satu jam tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Metode dakwah berbasis multimedia yang diterapkan dinilai efektif membuat pesan-pesan moral yang berat menjadi lebih mudah dipahami dan menyentuh hati jamaah.
Melalui kegiatan ini, Masjid Baitul Jamil Surabaya terus berupaya meneguhkan fungsinya. Tidak hanya sekadar menjadi tempat ibadah ritual, namun bertransformasi menjadi pusat edukasi umat, pembinaan sosial, serta memperkuat ketahanan keluarga di tengah dinamika zaman yang kian menantang. (yupan)






