
Surabaya, wartapoint – Masjid Remaja Surabaya kembali memperkuat gerakan kaderisasi pemuda melalui kegiatan “Pembinaan Kader Masjid Remaja” yang digelar pada Ahad (13/9/2026). Langkah ini menjadi titik awal strategi pengelola masjid dalam menghimpun anak muda melalui pendekatan program yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Pertemuan tersebut menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Ketua Takmir Masjid Remaja H. Maryono, Bidang Pembinaan Kader dan IPM Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., serta perwakilan Tim Content Creator Rudi.
Ketua Takmir Masjid Remaja H. Maryono menegaskan pentingnya konsistensi dalam membina kader, meskipun diawali dari jumlah peserta yang terbatas. Pembentukan karakter dan kenyamanan anak muda di lingkungan masjid dinilai membutuhkan waktu serta kesabaran.
”Kalau hari ini yang hadir masih sedikit, tidak masalah. Yang penting terus bergerak. Kaderisasi adalah proses,” ujar Maryono di Surabaya, Ahad (13/9/2026).
Maryono mengenang, pengajian di Masjid Remaja dahulu sempat hanya dihadiri dua hingga empat orang. Namun, berkat sikap istiqamah (konsisten), kegiatan tersebut secara bertahap berkembang dan berhasil merangkul ratusan pemuda.
Sediakan “Menu” Kegiatan Relevan
Pada kesempatan yang sama, Bidang Pembinaan Kader dan IPM Irvandy Andriansyah menekankan pentingnya variasi program yang menarik bagi remaja. Menurutnya, masjid perlu menyediakan ruang bagi anak muda untuk berorganisasi, bersosialisasi, dan mengembangkan potensi diri.
”Targetnya adalah menciptakan kegiatan yang membuat anak muda merasa rugi jika tidak datang ke masjid, karena mereka mendapatkan ilmu, jaringan, dan lingkungan positif,” kata Irvandy.
Ia menambahkan, bentuk pembinaan tidak terbatas pada kajian keagamaan formal, melainkan dapat dikembangkan melalui olahraga, diskusi interaktif, aksi sosial, hingga tadabbur alam selama tidak menyimpang dari aturan syariat.
Ubah Peran Pemuda Jadi Kreator Konten
Selain pembinaan karakter, para peserta juga dibekali keterampilan komunikasi digital. Perwakilan Tim Content Creator Rudi mengajak para remaja terlibat aktif dalam produksi media sosial masjid, baik sebagai pengisi acara (talent), pengisi suara (voice over), pembawa acara (MC), maupun pembuat konten (content creator).
Melalui pemanfaatan media digital, anak muda diharapkan tidak sekadar menjadi penonton, melainkan motor penggerak siar Islam, publikasi kegiatan sosial, dan pengelolaan donasi.
Melalui program pembinaan yang berkesinambungan ini, pengelola berharap Masjid Remaja Surabaya dapat menjadi sarana tumbuh kembang generasi muda yang beriman, mandiri, dan siap menjadi pemimpin masa depan. (yupan)





