Surabaya, wartapoint – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 23 Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) menggelar sosialisasi pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif di Desa Banjarsari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mendorong pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Desa Banjarsari dikenal sebagai salah satu wilayah dengan hasil panen jagung yang melimpah. Namun, limbah bonggol jagung yang dihasilkan setiap musim panen selama ini umumnya hanya dibuang, ditumpuk, atau dibakar sehingga belum memberikan manfaat yang optimal. Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa KKN Kelompok 23 UMSURA menghadirkan inovasi berupa pengolahan bonggol jagung menjadi briket yang ramah lingkungan, memiliki nilai jual, dan berpotensi menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Dwi Elfira Nur Melinda Cahyani bertindak sebagai pemateri yang menjelaskan tahapan pembuatan briket, mulai dari proses pengarangan bonggol jagung, penghalusan arang, pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan, hingga pengeringan sebelum briket siap digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Setelah penyampaian materi, peserta diajak mengikuti praktik langsung pembuatan briket sehingga dapat memahami setiap tahapan proses sekaligus mencoba membuatnya secara mandiri.
Kegiatan yang diikuti 44 peserta yang terdiri atas mahasiswa KKN dan warga Desa Banjarsari ini berlangsung interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti materi, aktif mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai teknik produksi hingga peluang pengembangan usaha berbasis briket dari limbah bonggol jagung.
Kepala Desa Banjarsari mengapresiasi program yang diinisiasi mahasiswa KKN UMSURA tersebut. Menurutnya, inovasi pengolahan bonggol jagung menjadi briket merupakan solusi atas permasalahan limbah pertanian sekaligus berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat apabila dikembangkan secara berkelanjutan.
Respon positif juga datang dari masyarakat. Sejumlah peserta mengaku tertarik untuk mencoba memproduksi briket secara mandiri maupun melalui kelompok masyarakat. Mereka berharap adanya pendampingan lanjutan agar inovasi tersebut dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan Desa Banjarsari.
Meski kegiatan sempat mengalami sedikit keterlambatan karena sebagian warga masih mengikuti agenda desa lainnya, seluruh rangkaian acara tetap berlangsung lancar, tertib, dan penuh antusias hingga selesai. Melalui program ini, Mahasiswa KKN Kelompok 23 UMSURA berharap masyarakat semakin termotivasi memanfaatkan limbah bonggol jagung menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah pertanian, inovasi ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kemandirian ekonomi Desa Banjarsari. Program tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
(Sa’ad Ihya’ Uddin)






