
Surabaya, wartapoint — Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya bersinergi dengan Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menyelenggarakan “Pelatihan Inovasi Pembelajaran Digital”. Acara yang ditujukan untuk merespons tantangan digitalisasi pendidikan ini dilangsungkan di Aula Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) pada Rabu (12/8/2026), mulai pukul 12.30 hingga 15.30 WIB.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen organisasi dalam mendorong modernisasi pendidikan yang mengusung nilai-nilai keberlanjutan: Kolaborasi, Profesional, Unggul, dan Berkemajuan. Untuk memaksimalkan hal tersebut, pelatihan ini menghadirkan tiga pakar akademisi dari Umsura, yakni Dr. Drs. Wijayati, M.Pd., Dr. Soffan Soffa, S.Pd., M.Pd., dan Ro’ifah, S.Pd., M.Pd. Melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif, ketiga narasumber membagikan strategi praktis mengenai pemanfaatan media digital dan pengelolaan kelas berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan siswa masa kini.
Ketua K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya, Priyo Sasongko, M.Pd., menjelaskan bahwa, pelatihan kali ini merupakan peluang yang sangat luar biasa untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik. Secara spesifik, pelatihan ini difokuskan pada pembuatan buku pembelajaran digital untuk siswa tingkat dasar.
”Pelatihan ini secara khusus ditujukan untuk guru-guru kelas 4. Alhamdulillah, acara ini diikuti oleh 28 peserta yang merupakan perwakilan guru kelas 4 dari seluruh SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya,” ungkapnya.
Menurut Priyo, langkah adaptasi teknologi ini mendesak dilakukan mengingat institusi pendidikan harus siap menghadapi tantangan zaman. Ia menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini tidak bisa lepas dari arus digitalisasi.
”Sekarang ini sudah waktunya sekolah dan dunia pendidikan siap menghadapi tantangan masa depan, salah satunya melalui digitalisasi. Melalui kegiatan ini, kami berharap guru-guru bisa menambah wawasan, pengetahuan, serta keterampilan untuk menciptakan kreativitas pembelajaran di sekolah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Priyo menekankan bahwa output dari kegiatan ini tidak hanya sekadar pemahaman teori, melainkan harus berdampak langsung pada suasana belajar mengajar di kelas. Kegiatan ini dirancang untuk menginspirasi para pendidik agar mampu menciptakan model pembelajaran yang inovatif, menarik, dan interaktif bagi para siswa.
Ke depannya, sinergi antara K3S dan Umsura ini diharapkan dapat menghasilkan karya nyata dari para peserta. “Untuk ke depannya, harapan kami guru-guru yang mengikuti workshop ini bisa membuat sebuah modul, atau syukur-syukur bisa membuat buku pembelajaran digital khusus untuk kelas 4,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya optimistis para peserta dapat segera mengimplementasikan inovasi-inovasi baru di sekolah masing-masing. Sehingga, kualitas, mutu, dan daya saing pendidikan Muhammadiyah di Kota Surabaya akan terus meningkat dan terdepan di era digital. (yupan)





