Guru TK-SD Belajar Bikin Lagu dan Video dengan AI

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Gedung Garuda Spark, Jalan Sidosermo II No. 106F, Sidosermo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, dipenuhi guru TK dan SD yang mengikuti Pelatihan JILD 2 bertajuk Pembuatan Lagu dan Video dengan AI, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti 25 peserta yang merupakan perwakilan guru TK dan SD dari Surabaya dan sekitarnya. Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai sarana menghasilkan karya kreatif untuk kebutuhan pendidikan.

Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Dito Christianto, konsultan bisnis dan UMKM bidang digital marketing, praktisi pendidikan, sekaligus founder E-School. Sementara Eko Wahyudi, S.Pd., salah satu guru SD Muhammadiyah 16 Surabaya, bertugas sebagai MC sekaligus fasilitator.

Sejak kegiatan dibuka, antusiasme peserta terlihat ketika mereka mengikuti materi sekaligus praktik secara langsung. Eko Wahyudi mengajak peserta agar tidak sekadar mengenal AI, tetapi mampu memanfaatkannya secara cerdas dan produktif.
“Teknologi harus kita manfaatkan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, terutama dalam dunia pendidikan,” ujar Eko saat mendampingi peserta.

Menurut Eko, pemanfaatan teknologi bukan hal baru dalam berbagai kegiatan di sekolah. Ia menyebut sejumlah kegiatan seperti festival dan assembly learning telah memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan produk pembelajaran yang lebih menarik.

Dalam pemaparannya, Dito Christianto mengajak peserta bernostalgia dengan lagu-lagu anak yang populer pada era 1990-an. Ia kemudian mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin terbatasnya lagu anak yang dapat menjadi media pendidikan.
“Kalau kita ingat masa anak-anak tahun 90-an, banyak sekali lagu yang memang dibuat khusus untuk anak,” kata Dito.

Ia menilai kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi guru untuk menciptakan sendiri lagu dan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak.
“Guru bisa memanfaatkan AI untuk menciptakan karya yang ramah anak dan sekaligus memiliki nilai pendidikan,” jelasnya.

Dito kemudian mengenalkan sejumlah perangkat AI yang dapat digunakan dalam proses kreatif, mulai dari penyusunan lirik, pembuatan lagu, pembuatan ilustrasi hingga video klip.
“ChatGPT bisa kita gunakan untuk membantu membuat lirik lagu anak,” paparnya.
“Gemini juga bisa menjadi alternatif untuk membuat lirik sekaligus membantu menghasilkan ide ilustrasi awal,” lanjut Dito.

Untuk mengubah lirik menjadi lagu, peserta diperkenalkan dengan Sino. Menurut Dito, lirik yang telah disiapkan dapat dikembangkan menjadi lagu dengan memberikan prompt yang sesuai.
“Sino kita gunakan untuk membuat lagu. Lirik yang sudah ada kita sesuaikan dengan prompt supaya menjadi lagu yang bagus,” terangnya.

Sementara itu, Flow AI diperkenalkan untuk membantu pembuatan video klip. Dito juga menjelaskan bahwa hasil video yang telah dibuat masih dapat disempurnakan menggunakan aplikasi pengeditan video.
“Flow AI bisa kita manfaatkan untuk membuat video klip,” kata Dito.
“Setelah itu, CapCut bisa digunakan untuk menyempurnakan video yang sudah dibuat, termasuk menyesuaikan tempo dan musik sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi. Setiap tahapan langsung dipraktikkan oleh peserta dengan mengikuti panduan yang diberikan Dito. Eko Wahyudi turut mendampingi peserta ketika mengalami kendala saat praktik.

Pendekatan praktik langsung membuat suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi mencoba sendiri proses pembuatan lagu, video pembelajaran, video klip, hingga ilustrasi pembelajaran dengan bantuan AI.

Sakinah Bob Said, S.Pd., peserta dari SD Muhammadiyah 1 Bangil, Pasuruan, mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut karena setiap tahapan dijelaskan sekaligus dipraktikkan.
“Saya senang karena dipandu secara langsung dari setiap tahapan pembuatan video pembelajaran,” ujar Sakinah.

Menurutnya, pendampingan selama praktik membantu peserta lebih mudah memahami penggunaan berbagai perangkat AI yang diperkenalkan.
Pelatihan JILD 2 tersebut menjadi ruang belajar bagi guru untuk mengenal AI secara praktis sekaligus mengembangkan kreativitas dalam membuat media pendidikan. Melalui keterampilan tersebut, guru diharapkan mampu menghadirkan materi pembelajaran yang lebih menarik, kontekstual, dan dekat dengan dunia anak.
(Ahmad Mahmudi)

#beritanasional #indonesia #jawatimur #surabaya #muhammadiyah #sekolah

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article