Mahasiswa KKN STIE YAPAN Dorong UMKM Bantal Guling Simogirang Go Digital

Must read

- Advertisement -

Sidoarjo, wartapoint — Sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) LESC Kelompok 1 STIE YAPAN Surabaya memberikan pendampingan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di Kabupaten Sidoarjo. Langkah ini diwujudkan dengan membantu digitalisasi pemasaran produk bantal dan guling milik Bapak Sutrisno di Dusun Jenjen, Desa Simogirang, Kecamatan Prambon.

​Program pengabdian yang berlangsung pada 11–24 Agustus 2026 ini berfokus pada pengembangan potensi serta pemenuhan kebutuhan masyarakat setempat.

​Kegiatan diawali dengan survei dan observasi langsung ke tempat usaha Bapak Sutrisno. Dari hasil peninjauan awal, tim KKN mendapati bahwa proses pemasaran produk bantal dan guling tersebut masih mengandalkan cara-cara konvensional atau penjualan secara langsung.

​Ketua KKN-LESC Kelompok 1 STIE YAPAN Surabaya, Jevin Jemparus, menjelaskan bahwa kondisi tersebut menjadi dorongan utama bagi mahasiswa untuk memfasilitasi transisi pemasaran ke arah digital.

“Sebelumnya, UMKM masih mengandalkan pemasaran secara konvensional. Karena itu, kami melihat adanya peluang untuk membantu memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas melalui konten promosi digital. Kegiatan ini kami harapkan dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mendorong transisi dari pemasaran konvensional menuju pemasaran digital,” ujar Jevin.

​Proses perancangan media promosi dilaksanakan pada 11–14 Agustus 2026. Tahapannya meliputi pengambilan dokumentasi produk, penyusunan konsep visual, hingga penyuntingan konten kreatif agar siap diunggah ke berbagai platform media sosial.

​Pemilik UMKM bantal dan guling, Bapak Sutrisno, menyambut positif inisiatif dan kepedulian para mahasiswa.

“Saya berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah membantu membuat konten untuk produk kami. Selama ini pemasaran masih banyak dilakukan secara langsung. Dengan adanya konten seperti ini, kami berharap produk kami bisa lebih dikenal oleh masyarakat,” ungkap Sutrisno.

​Melalui pendampingan ini, diharapkan produk lokal dari Dusun Jenjen tidak hanya memperluas jangkauan pasarnya di luar lingkungan sekitar, tetapi juga mampu membangun kemandirian promosi berbasis teknologi digital secara berkelanjutan. (Sigit/yupan)

#beritanasional #indonesia #jawatimur #sidoarjo #stieyapansurabaya

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article