
Surabaya, wartapoint – Mengulas sejarah dan peran penting moda transportasi rel di Indonesia, dua Jurnalis Cilik dari SD Muhammadiyah 22 Surabaya menggelar wawancara edukatif dalam rangka memperingati Hari Kereta Api Nasional. Wawancara tersebut berlangsung hangat di Stasiun Kereta Api Sepanjang pada Selasa (28/9/2026).
Dalam liputan lapangan ini, Ayra Kinaraisha Hendrata bertindak sebagai pewawancara yang menggali wawasan seputar perkeretaapian dari rekan sesama Jurnalis Cilik, Nadhira Deandra Almira.
Mengawali wawancara, Ayra menanyakan signifikansi tanggal 28 September yang setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kereta Api di Indonesia. Nadhira menjelaskan bahwa penetapan tanggal tersebut berakar dari peristiwa bersejarah pada tahun 1945.
”Pada tanggal 28 September 1945, para pemuda Indonesia berhasil mengambil alih kantor pusat kereta api dari kekuasaan penjajah. Sejak momen bersejarah itulah pengelolaan kereta api sepenuhnya dipegang oleh bangsa Indonesia,” ujar Nadhira.
Nadhira menambahkan, saat ini seluruh pengelolaan perkeretaapian di tanah air berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI. Sebagai siswa yang bersekolah di Surabaya, Nadhira juga menyebutkan beberapa stasiun besar yang menjadi urat nadi transportasi di kotanya, seperti Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Surabaya Pasar Turi.
Selain sejarah, dialog interaktif kedua siswa SD Muhammadiyah 22 Surabaya ini turut mengulas fungsi serta manfaat kereta api bagi masyarakat luas secara sederhana.
Nadhira memaparkan bahwa fungsi utama kereta api adalah sebagai alat transportasi darat massal yang menghubungkan antarwilayah secara cepat, aman, dan berkapasitas besar. Lebih rinci, ia membagikan lima manfaat utama keberadaan kereta api bagi kehidupan sehari-hari:
- Mengangkut Penumpang: Memfasilitasi mobilitas masyarakat untuk bepergian bekerja, bersekolah, maupun berlibur keluar kota bersama keluarga.
- Mengangkut Barang: Menjadi sarana distribusi logistik skala besar untuk memindahkan beras, semen, Bahan Bakar Minyak (BBM), paket pengiriman, hingga peti kemas.
- Mengurangi Kemacetan: Mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi sehingga beban kendaraan di jalan raya berkurang.
- Ramah Lingkungan: Mampu mengangkut ratusan hingga ribuan orang dalam sekali jalan, menjadikannya lebih hemat energi dan minim polusi udara.
- Aman dan Nyaman: Memiliki jalur khusus (rel) yang membuat perjalanan bebas macet, tepat waktu, serta lebih aman.
Melalui aksi wawancara lapangan di Stasiun Sepanjang ini, Jurnalis Cilik SD Muhammadiyah 22 Surabaya tidak hanya mengasah keterampilan jurnalistik sejak dini, tetapi juga turut menyebarkan edukasi sejarah dan kesadaran bertransportasi publik kepada generasi muda. (Tim jurnalis cilik SD Muhammadiyah 22 Surabaya)





