Menembus Waktu di Hari Museum Nasional: Jurnalis Cilik SD Muhammadiyah 7 Surabaya Ajak Pelajar Cintai Sejarah

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Mengenang dan mempelajari sejarah bangsa tidak harus selalu bersumber dari lembaran buku pelajaran di dalam kelas. Semangat inilah yang digaungkan oleh para jurnalis cilik dari SD Muhammadiyah 7 Surabaya dalam rangka memperingati Hari Museum Nasional yang jatuh pada 12 Oktober.

​Dalam sebuah sesi wawancara yang berlangsung di kelas 4 Ibnu Haytam pada Selasa (13/10/2026), Jurnalis Cilik SD Muhammadiyah 7 Surabaya, Tanisha Azzahra S.C., berkesempatan mengobrol langsung dengan rekan sejawatnya, Kayla Marisa Almahir, guna mengupas makna mendalam di balik peringatan Hari Museum Nasional.

​Pentingnya Menjaga Memori Sejarah dan Budaya

​Membuka perbincangan, Tanisha menanyakan tujuan diperingatinya Hari Museum Nasional setiap tahunnya. Menanggapi hal tersebut, Kayla menjelaskan bahwa peringatan ini merupakan momentum penting untuk menggugah kesadaran masyarakat luas, khususnya generasi muda.

​”Hari Museum Nasional diperingati untuk mengingatkan kita semua—terutama anak-anak—tentang pentingnya peran museum sebagai tempat menyimpan sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan, serta mengajak masyarakat agar lebih sering berkunjung ke museum,” terangnya.

​Bangga dengan Warisan Sejarah Kota Pahlawan

​Sebagai generasi penerus yang tumbuh di Kota Surabaya—kota yang kaya akan jejak perjuangan kemerdekaan—Kayla menekankan betapa pentingnya bagi para pelajar untuk merasa bangga dan aktif mendatangi museum-museum lokal.

​Menurutnya, berkunjung ke museum memberikan pengalaman belajar yang jauh lebih hidup dibandingkan sekadar membaca teori.

​”Karena di museum kita bisa melihat langsung benda-benda peninggalan masa lalu yang asli. Dengan mengunjunginya, kita bisa belajar sejarah pahlawan dan budaya daerah dengan cara yang seru dan menyenangkan, bukan cuma membaca dari buku pelajaran saja,” tambah Kayla.

​Petualangan Menarik dan Interaktif di Museum Modern

​Saat ditanya mengenai hal paling berkesan yang bisa ditemukan di dalam museum, Kayla mengungkapkan bahwa interaksi langsung dengan artefak bersejarah merupakan daya tarik utama. Terlebih lagi, era museum saat ini telah bertransformasi menjadi lebih modern dan ramah anak.

​Di museum, para pengunjung dapat menyaksikan dari dekat berbagai koleksi berharga, seperti senjata perjuangan para pahlawan, pakaian era terdahulu, hingga foto-foto dokumentasi masa lalu. Ditambah lagi, kehadiran teknologi interaktif di berbagai museum modern kini membuat proses edukasi sejarah terasa kian atraktif dan jauh dari kesan membosankan.

​Pesan Jurnalis Cilik: “Museum Adalah Tempat Petualangan Menembus Waktu”

​Mengakhiri wawancara, Kayla mewakili tim jurnalis cilik SD Muhammadiyah 7 Surabaya menyampaikan pesan dan ajakan positif kepada seluruh kawan sebaya agar tidak ragu melangkah ke museum.

​”Yuk, hilangkan anggapan kalau museum itu menyeramkan atau membosankan! Museum itu justru tempat petualangan menembus waktu. Mari kita cintai sejarah bangsa kita dengan rajin berkunjung ke museum bersama keluarga atau sekolah,” pungkasnya.

​Melalui liputan ini, diharapkan kesadaran dan minat para siswa untuk mengeksplorasi warisan sejarah lokal Surabaya semakin meningkat, menjadikan museum sebagai ruang belajar terbuka yang menginspirasi. (Tim jurnalis cilik SD Muhammadiyah 7 Surabaya)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article