
Surabaya, wartapoint — Perayaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di TPQ Al-Istiqomah, Kemlaten 12, berlangsung sangat meriah dan penuh khidmat pada Jumat, 29 Agustus 2026. Acara keagamaan yang menjadi agenda rutin tahunan ini menghadirkan berbagai kejutan dan pengalaman berharga bagi para santri, salah satunya dirasakan langsung oleh Hafizah Azkayra Thaqif.
Pengalaman Pertama Tampil Solo Membaca Puisi
Hafizah Azkayra Thaqif, seorang santri cilik yang juga tercatat sebagai siswa SD Muhammadiyah 22 Surabaya, mendapat kehormatan untuk tampil sebagai salah satu pengisi acara. Tidak tanggung-tanggung, ia bertugas membaca puisi, bersholawat, serta melantunkan Asmaul Husna bersama rekan-rekan santri lainnya. Tak ketinggalan, sang kakak tercinta, Mbak Ajwa, juga turut berpartisipasi mengisi acara dengan membawakan dakwah cilik (da’i cilik).
Di balik kesuksesan penampilannya, Hafizah mengaku sempat merasakan gugup yang luar biasa. Pasalnya, ini adalah pengalaman pertamanya tampil membaca puisi secara solo di atas panggung, setelah sebelumnya selalu tampil bersama-sama.
Beruntung, dukungan penuh mengalir dari sang umik (ibu). Dengan sabar, sang umik memberikan semangat agar Hafizah lebih percaya diri dan selalu mengingat pesan berharga: “Jangan menyia-nyiakan kesempatan.”
Persiapan pun dilakukan secara intensif selama dua minggu penuh. Meskipun di tengah latihan ia kerap merasa lelah, kehadiran Mbak Ajwa yang selalu memberikan semangat membuat Hafizah terus istiqomah berlatih.
Meriahnya Tradisi Rebutan Berkah dan Tausiah “Ustadz Gaul”
Menjelang puncak acara, pemandangan unik dan meriah langsung memanjakan mata para hadirin. Di area lokasi, tampak bergelantungan berbagai macam hadiah menarik mulai dari jajanan, sandal, pakaian, uang, hingga sembako. Terpal tempat duduk penonton tampak padat dan dipenuhi warga yang antusias duduk bersila di bawah aneka barang gantungan tersebut.
Acara inti dimulai dengan lantunan sholawat dan Asmaul Husna. Saat tiba gilirannya, Hafizah maju ke atas panggung dengan membawakan puisi berjudul “Ibu Malaikatku”. Sambil berdoa di dalam hati, ia membacakan puisi tersebut dengan penuh penghayatan dan rasa percaya diri hingga penonton bertepuk tangan meriah. Penampilan Hafizah kemudian dilanjutkan dengan aksi da’i cilik yang dibawakan oleh Mbak Ajwa.
Puncak acara semakin semarak dengan kehadiran Ustadz Zainal Arifin, S.Hum., yang akrab disapa sebagai “Ustadz Gaul”. Beliau menyampaikan tausiah penuh inspirasi yang diselingi dengan candaan khas, diiringi alunan merdu hadroh banjari.
Suasana sempat menjadi sangat riuh ketika tiba-tiba terdengar bunyi petasan. Seketika, warga yang hadir berdiri dan berebut berbagai barang yang digantung. Meskipun Hafizah tidak sempat ikut berebut, ia tetap bersyukur karena berhasil mendapatkan barang yang terjatuh di dekatnya. Suasana kembali tertib setelah seluruh gantungan habis tak tersisa.
Menjelang akhir acara, lantunan sholawat kembali berkumandang, menciptakan suasana yang begitu syahdu.
“Perasaan aku sangat senang, meskipun aku capek dan mengantuk. Pengalaman membaca puisi ini sangat berharga. Aku percaya usaha tidak akan mengkhianati hasil, seperti kata Mbak Ajwa,” ujar Hafizah menutup catatannya dengan penuh syukur. Ia pun berharap pada tahun depan perayaan serupa dapat kembali digelar dan ia bisa kembali mengambil bagian di dalamnya.
Oleh: Hafizah Azkayra Thaqif (Jurnalis Cilik SD Muhammadiyah 22 Surabaya)





