Semangat Hari Dokter Nasional: Jurnalis Spemjitu Kenang Jasa Pahlawan Kesehatan Lewat Aksi Edukasi

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Suasana hangat mewarnai ruang kelas 9 A SMP Muhammadiyah 17 Surabaya (Spemjitu) pada Senin, 26 Oktober 2026. Di sela-sela kegiatan jurnalistik yang inspiratif digelar melalui sesi wawancara khusus antar anggotanya untuk memperingati Hari Dokter Nasional yang jatuh setiap tanggal 24 Oktober.

​Dalam kegiatan tersebut, Qonita Raisa Putri Arifianto, salah satu jurnalis muda berbakat Spemjitu, berkesempatan mewawancarai rekan sejawatnya di tim jurnalis, Zia Nada Khairana Tadjoedin. Diskusi interaktif ini mengupas tuntas arti penting profesi kedokteran, pandangan generasi muda terhadap tenaga medis, hingga kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.

​Mengedukasi dan Mengapresiasi Lewat Media Sekolah

​Membuka jalannya wawancara, Nita menanyakan urgensi di balik peringatan Hari Dokter Nasional bagi civitas akademika Spemjitu. Menanggapi hal tersebut, Nada menegaskan bahwa momentum ini memiliki nilai strategis bagi media sekolah.

“Penting banget, karena profesi dokter punya peran besar untuk kesehatan masyarakat. Melalui media sekolah, kita bisa ikut mengedukasi teman-teman SMP Muhammadiyah 17 Surabaya tentang pentingnya menjaga kesehatan dan memberikan apresiasi atas jasa para dokter,” ujar Nada.

​Bagi anak-anak usia SMP saat ini, profesi dokter dipandang lebih dari sekadar profesi medis. Nada menggambarkan mereka sebagai sosok pahlawan tanpa tanda jasa di bidang kesehatan yang menuntut ketenangan tinggi, penguasaan ilmu yang mendalam, serta empati luar biasa untuk si sakit kapan pun dibutuhkan.

​Membangun Kebiasaan Sehat dari Hal Sederhana

​Refleksi Hari Dokter Nasional ini turut menjadi momentum bagi para siswa Spemjitu untuk mengevaluasi gaya hidup sehari-hari. Nada membagikan beberapa tips kebiasaan sehat yang krusial untuk ditingkatkan di lingkungan sekolah.

​Menurutnya, perubahan besar dimulai dari hal-hal sederhana namun konsisten, seperti:

  • ​Memilih jajanan sehat secara selektif di kantin sekolah.
  • ​Rajin mencuci tangan sebelum mengonsumsi makanan.
  • ​Membatasi waktu layar ponsel (screen time) saat istirahat guna mencegah kelelahan mata.

​Jurnalisme dan Impian Menjadi Dokter

​Sesi wawancara semakin menarik tatkala membahas cita-cita para pelajar. Diungkapkan oleh Nada, sejumlah anggota tim jurnalis Spemjitu ternyata menyimpan impian besar untuk mengenakan jas putih di masa depan sebagai seorang dokter.

​Menariknya, dunia jurnalisme dan kedokteran ternyata memiliki titik singgung yang kuat. Keterampilan dasar yang ditempa di tim jurnalistik—seperti kemampuan mendengarkan secara aktif, menyampaikan komunikasi yang jelas, serta memiliki rasa kepedulian sosial—menjadi bekal berharga bagi seorang calon tenaga medis.

“Seorang dokter juga harus pandai berkomunikasi dengan pasiennya, jadi keterampilan jurnalisme ini sangat membantu,” tambah Nada.

​Harapan untuk Kesehatan Bangsa

​Menutup perbincangan di ruang kelas 9 A tersebut, tim jurnalis Spemjitu menyampaikan pesan dan harapan melalui karya liputan ini.

​Liputan tersebut diharapkan mampu menginspirasi seluruh siswa agar lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan orang sekitar. Selain itu, momentum ini menjadi wujud nyata pengiriman rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh dokter di Indonesia atas dedikasi dan pengabdian tanpa kenal lelah. (Tim jurnalis SMP Muhammadiyah 17 Surabaya)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article