Wujudkan Jajanan Aman dan Higienis, MI Muhammadiyah 25 Surabaya Bersinergi dengan Puskesmas Sidotopo Wetan

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Menjaga kesehatan murid tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga dengan memastikan makanan dan minuman yang tersedia di lingkungan sekolah aman dikonsumsi. Komitmen tersebut diwujudkan MI Muhammadiyah 25 Surabaya melalui sinergi dengan Puskesmas Sidotopo Wetan dalam pemantauan kantin serta pengambilan sampel makanan dan minuman, Kamis (29/10/2026).

​Kegiatan ini melibatkan tiga unsur penting, yaitu pihak madrasah sebagai penanggung jawab lingkungan pendidikan, Puskesmas sebagai mitra kesehatan yang melakukan pemantauan dan pengambilan sampel, serta pengelola kantin dan pemasok sebagai pihak yang berperan langsung dalam penyediaan makanan bagi murid.

​Sampel makanan dan minuman yang diambil selanjutnya akan diuji di Laboratorium Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Karang Menjangan, Kota Surabaya. Pengujian ini bertujuan mengantisipasi risiko penyakit akibat jajanan sekolah, penggunaan Bahan Tambahan Makanan (BTM) berbahaya, serta kemungkinan kontaminasi bakteri.

​Puskesmas Lakukan Pemantauan dan Pembinaan

​Petugas Puskesmas Sidotopo Wetan, Devi Hayusa, S.Tr.Kes., hadir bersama pendamping dari Kader PKK Bulak Banteng. Selain mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kondisi kantin sekaligus memberikan masukan mengenai kebersihan dan kelengkapan sarana penanganan makanan.

​Devi Hayusa menyampaikan bahwa kondisi kantin MI Muhammadiyah 25 Surabaya sudah semakin tertata dengan baik. Meski demikian, masih terdapat beberapa perlengkapan yang perlu dilengkapi, seperti celemek, sarung tangan yang sesuai untuk penanganan makanan, plastik atau kemasan yang layak, serta penjepit makanan. Jajanan yang belum dikemas juga perlu mendapat perhatian agar terlindungi dari debu dan potensi kontaminasi.

​Hasil pengujian laboratorium nantinya sangat penting sebagai dasar tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan. Dengan demikian, upaya menjaga kantin sehat tidak hanya bertumpu pada penampilan dan kebersihan tempat, tetapi juga memperhatikan keamanan makanan yang disajikan.

​Madrasah Kawal Perbaikan dan Perkuat Sinergi

​Sebagai lembaga pendidikan, MI Muhammadiyah 25 Surabaya berperan memastikan lingkungan sekolah mendukung kesehatan dan kenyamanan murid. Peran tersebut diwujudkan melalui koordinasi dengan Puskesmas, evaluasi terhadap masukan petugas kesehatan, serta pengawasan dan pembinaan kepada pengelola kantin.

​Penanggung jawab kantin MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ustadzah Diah Rahmah, S.Pd.I, menyambut positif kehadiran petugas kesehatan. Ia berharap pemantauan dan pembinaan dapat dilakukan secara berkelanjutan serta melibatkan para pemasok makanan yang sebagian merupakan wali murid dan alumni madrasah.

​“Kehadiran dan pembinaan yang kontinu sangat saya harapkan. Tidak hanya kepada saya sebagai penanggung jawab, tetapi juga kepada para pemasok yang merupakan wali murid dan alumni MI Muhammadiyah 25 Surabaya,” ungkapnya.

​Menurutnya, para pemasok juga perlu mendapatkan pemahaman tentang cara memilih bahan, mengolah makanan, menjaga kebersihan, dan menyajikan jajanan yang berkualitas sehingga aman dikonsumsi murid maupun seluruh warga sekolah. Bulan depan, pihak madrasah juga berharap dapat melengkapi berbagai kebutuhan untuk mendukung persiapan memperoleh kembali sertifikat kantin sehat yang ditargetkan.

​Peran Pengelola Kantin Jaga Keamanan Jajanan

​Pengelola kantin dan pemasok makanan memiliki peran langsung dalam memastikan jajanan yang tersedia layak dan aman dikonsumsi. Tanggung jawab tersebut dimulai dari pemilihan bahan yang baik, pengolahan secara higienis, penyimpanan yang tepat, penggunaan perlengkapan yang sesuai, hingga penyajian makanan secara bersih.

​Salah satu petugas kantin, Mama El Sabiq, menyambut kegiatan pemantauan tersebut dengan antusias. Ia merasa senang karena jajanan yang dititipkan di kantin mendapatkan perhatian dari tim kesehatan pemerintah setempat, sehingga pengelola mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki.

​Melalui komunikasi yang baik antara pihak madrasah, Puskesmas, dan pemasok, setiap masukan diharapkan dapat ditindaklanjuti. Dengan begitu, pengelola kantin mendapatkan arahan dan dukungan dari pihak yang berkompeten dalam menjaga kualitas makanan.

​Tiga Peran, Satu Tujuan untuk Kesehatan Murid

​Sinergi MI Muhammadiyah 25 Surabaya dengan Puskesmas Sidotopo Wetan menunjukkan bahwa kantin sehat membutuhkan pembagian peran yang jelas dan kerja sama yang berkelanjutan:

  • ​Madrasah mengoordinasikan pengelolaan dan mengawal perbaikan lingkungan sekolah.
  • ​Puskesmas memberikan pemantauan, pembinaan kesehatan, serta pengambilan sampel untuk diuji di laboratorium.
  • ​Pengelola kantin dan pemasok menjaga kebersihan serta kualitas makanan sejak proses persiapan hingga disajikan kepada murid.

​Bagi MI Muhammadiyah 25 Surabaya, upaya ini merupakan bagian dari komitmen membangun lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang murid. Kantin bukan sekadar tempat membeli makanan, melainkan bagian dari ekosistem pendidikan yang membutuhkan perhatian bersama demi mewujudkan lingkungan madrasah yang sehat dan berkemajuan. (Siti Islaha)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article